Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Jumat (9/10), Rupiah Menguat Tipis



KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (9/10/2026).

Di tengah pergerakan tersebut, peso Filipina dan baht Thailand mencatatkan penguatan lebih tinggi dibandingkan mata uang regional lainnya.

Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.08 GMT, baht Thailand menguat 0,20% ke level 33,575 per dolar AS. Sementara itu, peso Filipina naik 0,16% menjadi 62,763 per dolar AS.


Baca Juga: Pengembang China Tutup Kode Sumber ARTEX AI Usai Peretasan Bank Korea Selatan

Dolar Singapura juga menguat 0,10% ke level 1,280 per dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,05% menjadi 4,086 per dolar AS, sedangkan yuan China menguat 0,06% ke posisi 6,699 per dolar AS.

Rupiah turut mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03% ke level Rp 17.885 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 17.890 per dolar AS.

Sementara itu, yen Jepang melemah 0,04% ke level 157,930 per dolar AS. Won Korea Selatan juga turun 0,04% menjadi 1.342,50 per dolar AS.

Adapun dolar Taiwan tercatat berada di level 31,875 per dolar AS. Sementara itu, rupee India stabil di posisi 96,780 per dolar AS.

Meski sejumlah mata uang Asia bergerak menguat pada perdagangan harian, mayoritas mata uang regional masih tertekan sepanjang 2026.

Sejak akhir 2025, rupiah tercatat melemah 6,79% terhadap dolar AS. Pelemahan tersebut lebih besar dibandingkan ringgit Malaysia yang turun 0,73% dan yen Jepang yang melemah 0,81%.

Baca Juga: Belajar dari 2015 dan 2019, Ini Rencana F1 Singapura Hadapi Kabut Asap

Peso Filipina juga telah terdepresiasi 6,31% sejak akhir tahun lalu, sedangkan baht Thailand melemah 6,33%.

Rupee India mencatatkan pelemahan terdalam di antara mata uang yang tercantum dalam data tersebut, yakni sebesar 7,14%.

Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 7,30% sejak akhir 2025. Yuan China juga mencatatkan apresiasi sebesar 4,31%, sementara dolar Singapura menguat 0,47%.