JAKARTA. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) akan meningkatkan produksi bibit ayam alias day old chicken (DOC) menjadi 475 juta ekor di tahun 2011. Jumlah tersebut lebih tinggi 30% dibanding produksi DOC perseroan tahun lalu. Untuk meningkatkan produksinya, MBAI meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun delapan peternakan di Sumatera, Jawa dan Bali. Selain itu MBAI juga akan membangun sentra penetasan telur alias hatchery baru di Jawa Barat, Jawa tengah Dan Jawa Timur. Manajemen MBAI menjelaskan seluruh produksi MBAI akan terserap oleh pasar. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan sebesar 6,4%-6,5% akan meningkatkan konsumsi daging ayam. Untuk peningkatan produksi tersebut MBAI menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 400 miliar di tahun ini. Capex tersebut berasal dari dana internal sebesar 50% dan sisanya berasal pinjaman bank PT bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp 200 miliar. Y Putut Djagiri, Direktur MBAI mengatakan, harga penjualan DOC tidak akan berbeda jauh dengan harga jual rata-rata DOC tahun 2011. “Harga rata-rata DOC tahun 2010 sekitar Rp 4.000 per ekor. Tahun ini akan mirip,” kata Putut pekan lalu (8/6). Namun begitu manajemen MBAI menolak untuk menyebutkan target penjualan dan laba bersih 2011. Tahun lalu pendapatan MBAI sebesar Rp 1,57 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 256,88 miliar Pada kuartal 1-2011 pendapatan MBAI telah mencapai Rp 454,36 miliar naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 329,10 miliar. Sedang laba bersih MBAI telah meningkat dari Rp 16,78 miliar pada kuartal pertama tahun lalu, menjadi Rp 86,29 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Refinancing Selain untuk capex, MBAI juga menggunakan utang dari bank CIMB Niaga sebesar Rp 300 miliar untuk melunasi utangnya kepada BNP Paribas Singapore. Pinjaman tersebut senilai US$ 28,21 juta, setara Rp 253,33 miliar, pada saat utang tersebut lunas Agustus 2010. Utang kepada BNP Paribas seharusnya jatuh tempo pada Desember 2011. Dengan restrukturisasi utang tersebut maka 99,7% total pinjaman perseroan merupakan utang dalam rupiah. Menurut manajemen MBAI itu akan mengurangi risiko perubahan atas nilai mata uang asing yang bisa berpengaruh terhadap laba perseroan Pinjaman untuk melunasi utang tersebut merupakan pinjaman transaksi khusus dengan bunga mengambang 11% yang akan jatuh tempo pada September 2014. Sedang pinjaman untuk modal kerja senilai Rp 200 miliar terkena bunga sebesar 10,75% akan jatuh tempo jatuh tempo pada Juli 2011. MBAI mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank CIMB Niaga pada Juli 2010, dengan nilai pinjaman maksimal sebesar Rp 500 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
MBAI tingkatkan produksi DOC sebesar 30% sepanjang 2011
JAKARTA. PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) akan meningkatkan produksi bibit ayam alias day old chicken (DOC) menjadi 475 juta ekor di tahun 2011. Jumlah tersebut lebih tinggi 30% dibanding produksi DOC perseroan tahun lalu. Untuk meningkatkan produksinya, MBAI meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun delapan peternakan di Sumatera, Jawa dan Bali. Selain itu MBAI juga akan membangun sentra penetasan telur alias hatchery baru di Jawa Barat, Jawa tengah Dan Jawa Timur. Manajemen MBAI menjelaskan seluruh produksi MBAI akan terserap oleh pasar. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan sebesar 6,4%-6,5% akan meningkatkan konsumsi daging ayam. Untuk peningkatan produksi tersebut MBAI menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 400 miliar di tahun ini. Capex tersebut berasal dari dana internal sebesar 50% dan sisanya berasal pinjaman bank PT bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp 200 miliar. Y Putut Djagiri, Direktur MBAI mengatakan, harga penjualan DOC tidak akan berbeda jauh dengan harga jual rata-rata DOC tahun 2011. “Harga rata-rata DOC tahun 2010 sekitar Rp 4.000 per ekor. Tahun ini akan mirip,” kata Putut pekan lalu (8/6). Namun begitu manajemen MBAI menolak untuk menyebutkan target penjualan dan laba bersih 2011. Tahun lalu pendapatan MBAI sebesar Rp 1,57 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 256,88 miliar Pada kuartal 1-2011 pendapatan MBAI telah mencapai Rp 454,36 miliar naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 329,10 miliar. Sedang laba bersih MBAI telah meningkat dari Rp 16,78 miliar pada kuartal pertama tahun lalu, menjadi Rp 86,29 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Refinancing Selain untuk capex, MBAI juga menggunakan utang dari bank CIMB Niaga sebesar Rp 300 miliar untuk melunasi utangnya kepada BNP Paribas Singapore. Pinjaman tersebut senilai US$ 28,21 juta, setara Rp 253,33 miliar, pada saat utang tersebut lunas Agustus 2010. Utang kepada BNP Paribas seharusnya jatuh tempo pada Desember 2011. Dengan restrukturisasi utang tersebut maka 99,7% total pinjaman perseroan merupakan utang dalam rupiah. Menurut manajemen MBAI itu akan mengurangi risiko perubahan atas nilai mata uang asing yang bisa berpengaruh terhadap laba perseroan Pinjaman untuk melunasi utang tersebut merupakan pinjaman transaksi khusus dengan bunga mengambang 11% yang akan jatuh tempo pada September 2014. Sedang pinjaman untuk modal kerja senilai Rp 200 miliar terkena bunga sebesar 10,75% akan jatuh tempo jatuh tempo pada Juli 2011. MBAI mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank CIMB Niaga pada Juli 2010, dengan nilai pinjaman maksimal sebesar Rp 500 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News