Mbappe Blak-blakan Usai Prancis Tersingkir: Kami Terlalu Ceroboh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, melontarkan kritik tajam usai timnya tersingkir di babak semifinal Piala Dunia, Selasa (14/7/2026). Menurut Mbappe, Les Bleus tampil terlalu ceroboh sehingga gagal menghentikan dominasi Spanyol yang menang 2-0 di Arlington, Texas, Amerika Serikat.

Kekalahan tersebut membuat Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Mbappe menilai timnya mengalami masalah baik dari sisi strategi maupun pelaksanaan di lapangan.

Spanyol mampu menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah sehingga Rodri dan Fabian Ruiz memiliki keleluasaan untuk mengatur permainan dan mengendalikan penguasaan bola.


"Kami bermain tiga melawan dua di lini tengah dan menghadapi Spanyol, itu sangat sulit," kata Mbappe.

"Fabian dan Rodri memiliki banyak waktu untuk memainkan bola. Ada kurangnya komunikasi saat melakukan pressing. Saya pikir kami seharusnya menerapkan pressing satu lawan satu dan memaksa mereka berlari bersama kami," tambahnya.

Baca Juga: Hajar Prancis 2-0, Spanyol Dekati Gelar Piala Dunia Kedua

Prancis melaju ke semifinal dengan catatan sempurna setelah memenangkan enam pertandingan sebelumnya dan mencetak 16 gol. Namun, lini serang Les Bleus kesulitan berkembang saat menghadapi Spanyol.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah Lucas Digne melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal. Pedro Porro kemudian menggandakan keunggulan menjelang satu jam pertandingan berlangsung.

Mbappe mengungkapkan bahwa rencana Prancis sebenarnya adalah menekan sejak awal dan mencegah Spanyol memainkan gaya penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka. Namun, kenyataannya, Spanyol beberapa kali mampu melewati tekanan tersebut dan dengan cepat merebut kembali bola ketika Prancis berhasil menguasainya.

"Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis," ujar Mbappe.

"Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan dalam semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," ungkapnya.

Penyerang Real Madrid itu juga mengkritik performa timnya saat menguasai bola. Menurutnya, sentuhan pertama yang buruk dan sejumlah peluang yang terbuang membuat Prancis gagal memberikan ancaman berarti kepada Spanyol.

"Kami terlalu ceroboh secara teknis," kata Mbappe.

"Kami tidak mampu menyakiti mereka saat memiliki kesempatan," ucapnya.

Baca Juga: Harga Emas Berbalik Turun, Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Minyak

Pelatih Didier Deschamps sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan menarik Adrien Rabiot pada babak kedua dan memasukkan Desire Doue serta Rayan Cherki. Namun, pergantian tersebut tidak banyak mengganggu dominasi Spanyol.

Mbappe sendiri gagal mencetak gol dalam pertandingan tersebut, meski sebelumnya telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen. Saat ini, ia masih berbagi posisi teratas dalam perebutan Sepatu Emas bersama kapten Argentina, Lionel Messi.

Striker berusia 27 tahun itu juga mencetak delapan gol pada Piala Dunia 2022, ketika Prancis harus mengakui keunggulan Argentina melalui adu penalti di partai final.

"Sebagai kapten, saya harus mengambil seluruh tanggung jawab dan saya tidak memiliki masalah dengan hal itu," ujar Mbappe.

"Kami ingin melaju ke final, tetapi kami gagal," paparnya.

Selanjutnya, Prancis akan menghadapi tim yang kalah dari laga semifinal antara Argentina dan Inggris dalam perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/7) di Miami Gardens, Florida.