MBG Diklaim Jangkau 60 Juta Orang, Celios: Ada Pergeseran dari Gizi ke Motif Ekonomi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau 60 juta penerima. Meski pemerintah terus menggeber target hingga 82 juta penerima pada tahun ini, sejumlah kritik muncul terkait efektivitas dan sasaran program tersebut.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda menilai, pemerintah kini telah mengalami pergeseran pola pikir dalam menjalankan program MBG. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini lebih condong pada motif ekonomi ketimbang perbaikan gizi masyarakat yang menjadi tujuan awal.

"Saya rasa memang sudah bergeser pola pikir dari pemerintah dari gizi ke ekonomi. Yang disampaikan terus soal ekonomi, namun dampak ke gizinya zero. Kalo yang dikejar gizi, tidak mungkin ada penyediaan makan kering yang gizinya rendah, bahkan tidak bergizi. Orang libur tetap dibagikan, orang puasa tetap dibagikan. Motifnya sudah ekonomi. Padahal namanya 'Makan Bergizi Gratis', tapi tidak sadar dengan nilai gizi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (15/2/2026).


Baca Juga: MBG Dinilai Banyak Persoalan, Pengamat Minta Kajian dan Peraturan yang Jelas

Huda juga menyoroti aspek ketepatan sasaran subsidi dalam program ini. Menurutnya, tidak seharusnya seluruh murid sekolah menerima MBG tanpa melihat kondisi ekonomi maupun kecukupan gizi awal mereka, mengingat anggaran subsidi seharusnya bersifat selektif.

"Apakah orang yang bersekolah di sekolah yang bagus dan terstandar baik, mengalami gizi yang kurang? Apakah tidak ada sekolah di Indonesia yang anak-anaknya gizinya sudah mencukupi? Tentu jika kita bicara subsidi (termasuk bansos), adalah program yang harusnya tepat sasaran. Maka tidak seharusnya semua murid sekolah menerima MBG. Namun, jika pemerintah yang dikejar adalah motif keuntungan atau ekonomi ya pemerintah akhirnya mengejar hal itu," tegasnya.

Di samping itu, Huda turut menyinggung klaim efisiensi anggaran yang sering disampaikan pemerintah, sementara di sisi lain terdapat indikasi penggunaan dana dari sektor lain untuk menopang program tersebut.

"Kemarin bilang Prabowo dinilai hambur-hamburkan uang padahal dari efisiensi, tapi Prabowo nggak tahu kalau uang MBG didapatkan dengan merampok dana pendidikan di tahun 2026. Prabowo hanya mau dengar informasi yang bagus saja tanpa tahu apa yang dia sampaikan. Jauh lebih buruk dibandingkan Jokowi," pungkasnya.

Selanjutnya: Tips Memilih Asuransi Jiwa 2026: Cara Cerdas Lindungi Keluarga Tanpa Beban Biaya

Menarik Dibaca: Galaxy Unpacked akan Digelar pada 26 Februari, Seri Galaxy S26 akan Meluncur?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News