MBG Menyasar 55,5 Juta Penerima dan Salurkan 3,7 Milyar Porsi Makanan pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyasar 55,5 juta penerima manfaat sepanjang tahun 2025. 

Porsi makanan yang disajikan untuk puluhan juta penerima manfaat itu pun mencapai 3,7 miliar. 

Hal ini dinyatakan Dadan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). "Alhamdulillah selama satu tahun pada 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,5 juta penerima manfaat dengan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG Rp 55,2 triliun, karena BGN mendapatkan dana anggaran tambahan dari Kemenkeu," kata Dadan, Selasa. 


Dadan mengungkapkan, MBG semula hanya menyasar sekitar 570.000 penerima manfaat, yang dilayani oleh 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi saat pertama kali launching.

Baca Juga: DPR Desak Kemenhut Buka Daftar 22 Perusahaan yang Dicabut Izinnya

Jumlah dana yang digunakan saat itu mencapai Rp 8,55 miliar, kemudian berkembang menjadi Rp 55,2 triliun. 

"Total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar. Selama 2025 selain kita mengejar pencapaian jumlah penerima manfaat. Alhamdulillah BGN dinilai oleh perencanaan pembangunan nasional di dalam perencanaan mendapat nilai 97,88 dan oleh Komisi Keterbukaan Informasi mendapat nilai 95,81," ucap Dadan. 

Dadan memastikan program ini terus berlanjut pada tahun 2026. Pada awal tahun ini, jumlah SPPG meningkat mencapai 19.188 unit, kemudian kembali melonjak mencapai 21.102 SPPG, pada Senin (19/1/2026). 

SPPG tersebut sudah bisa menjangkau 88,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian mencapai Rp 855 miliar. 

"Dan realisasi anggaran sampai hari ini sudah mendekati Rp 18 miliar. Jadi, Rp 17,398 miliar itu per 19 Januari per pagi ini sudah mendekati Rp 18 miliar. Jadi ini mungkin salah satu badan setara kementerian yang sudah merealisasikan anggaran sebesar itu," tutur Dadan. 

Ia menuturkan, anggaran tersebut turun langsung ke SPPG yang beroperasi. Sebanyak 70 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku, dan 20 persen sisanya untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan.

Sedangkan 10 persen lainnya untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program MBG. 

"Perlu saya sampaikan bahwa 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional 100 persen dibiayai oleh mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur BGN untuk SPPG," ujar Dadan.

Baca Juga: Bapanas Naikkan Batas Pembelian Beras SPHP Jadi 25 Kg Mulai Februari

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/20/13062881/mbg-sasar-555-juta-orang-salurkan-37-miliar-porsi-sepanjang-2025.

Selanjutnya: Rupiah Spot Ditutup Melemah Tipis ke Rp 16.956 per Dolar AS pada Selasa (20/1)

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News