MBMA Bakal Buyback Rp 1,46 T, Saham Naik 15% Tapi Masih Jauh Dari Target Konsensus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meningkat setelah memutuskan akan melakukan aksi pembelian kembali alias buyback saham. Harga saham MBMA di akhir perdagangan Rabu (17/6/2026) naik 0,98% di Rp 515 per saham. Sementara itu dalam lima hari saham MBMA naik 14,44%. 

Perusahaan tambang nikel dan mineral lainnya ini dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (16/6/2026) menjelaskan, akan buyback saham sebanyak-banyaknya 1.548.000.000 saham dengan alokasi dana maksimal Rp 1,462 triliun. 

“Alokasi dana maksimum sebesar Rp 1,46 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,” papar Teddy Nuryanto Oetomo, Presiden Direktur Merdeka Battery Materials dalam keterbukaan informasi di BEI Rabu (17/6/2026). 


Baca Juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham Barito Renewables (BREN)

Buyback saham MBMA akan dilaksanakan maksimal dalam waktu tiga bulan pada periode 17 Juni hingga 16 September 2026. “Buyback saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perusahaan dengan memperhatikan ketentuan khususnya POJK 13/2023 dan POJK 29/2023,” ujar Teddy. 

Perusahaan ini nantinya menunjuk satu perusahaan efek yang akan melakukan buyback saham. "Setiap pihak yang merupakan komisaris, direktur, pegawai,  pemegang saham utama MBMA atau siapapun yang berhubungan dengan perusahaan dilarang melakukan transaksi  pada hari yang sama dengan penjualan saham hasil pembelian kembali yang dilakukan oleh MBMA,” terang Teddy.

Adapun sumber dana yang akan digunakan untuk pelaksanaan buyback saham tidak akan membuat pendapatan dan berdampak pada biaya pembiayaan perusahaan. 

Hingga 31 Desember 2025, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 29,56 juta. Sementara laba per saham dasar akan di US$ 0,00027. 

“Buyback saham tidak akan mempengaruhi  kegiatan usaha dan operasi perusahaan,” tegas Teddy. Buyback saham dalam rangka menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor. Sehingga harga saham bisa mencerminkan nilai fundamental secara wajar. 

Berdasarkan konsensus analis di Bloomberg, saham MBMA saat ini memang masih jauh dari target harga wajar. Konsensus analis Bloomberg memasang target MBMA ada di Rp 803 per saham. Artinya potensi imbal hasil sebesar 56,1% dari posisi harga saat ini di Rp 515 per saham. 

Terakhir analis dari OCBC Sekuritas Devi Harjoto yang kaver saham MBMA memasang target saham di Rp 700 per saham dengan rekomendasi buy. 

Baca Juga: PANI, WSBP, WGSH, KPIG Gelar Private Placement, Ini Saham Paling Menarik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News