MD Entertainment (FILM) Perkuat Produksi dan Pemasaran Konten hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MD Entertainment Tbk (FILM) memperkuat strategi produksi dan pemasaran konten untuk menjaga kinerja bisnis hingga akhir 2026.

Perseroan juga menyiapkan film dari genre berbeda pada kuartal IV/2026 di tengah persaingan industri hiburan dan perubahan pola konsumsi penonton.

Direktur Utama MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengatakan, industri film saat ini menghadapi persaingan konten yang semakin ketat serta perubahan perilaku penonton.


Meski demikian, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka melalui penguatan portofolio konten dan perluasan kerja sama strategis.

“Animo penonton terhadap film-film FILM sepanjang tahun ini positif, dengan Danur: The Last Chaptermasih menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak di 2026,” ujar Manoj kepada Kontan, Senin (12/10).

Baca Juga: Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru

Untuk menjaga minat penonton hingga penghujung tahun, FILM menyiapkan penguatan lini produksi serta strategi pemasaran yang lebih terintegrasi. Perseroan juga mempertahankan keberagaman portofolio melalui pengembangan film di luar genre yang selama ini mendominasi.

Manoj menjelaskan, konten FILM saat ini masih didominasi genre horor dan drama. Pada kuartal IV/2026, perseroan mempersiapkan Gak Ada Matinya bergenre komedi dan Filosofi Teras bergenre drama.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi FILM dalam menjaga variasi konten di tengah persaingan memperebutkan perhatian penonton. Namun, Manoj belum merinci target kinerja maupun kontribusi pendapatan yang ingin dicapai perseroan hingga akhir tahun.

Selain mengandalkan produksi film, FILM juga memperluas peluang bisnis melalui kerja sama dengan SBS Korea Selatan.

Setelah SBS menginvestasikan sekitar US$ 20 juta melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I, kedua perusahaan mulai menjajaki pengembangan kerja sama operasional di bisnis konten.

Manoj mengatakan, sejumlah area yang tengah didalami mencakup produksi drama dan konten hiburan, distribusi konten, serta pertukaran keahlian kreatif. Kedua perusahaan juga menjajaki produksi bersama dan pembuatan ulang atau remakekonten SBS dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga: Industri Film Indonesia Bidik Pertumbuhan Penonton 5%–10% pada 2026

Sebagai tahap awal, program-program SBS akan dihadirkan kepada pemirsa Indonesia melalui MDTV.

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi FILM untuk memanfaatkan kekayaan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) SBS serta mengembangkan model bisnis konten baru.

“Target dan timeline yang lebih konkret akan kami sampaikan begitu pembahasan dengan tim SBS mencapai tahap yang lebih matang,” kata Manoj.

Ke depan, kerja sama tersebut diarahkan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis pengembangan bisnis konten bagi pasar Asia Tenggara hingga global.

Bagi FILM, kolaborasi ini berpotensi memperluas sumber IP sekaligus membuka ruang pengembangan bisnis melalui produksi, lokalisasi, dan distribusi konten lintas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News