MD Pictures (FILM) optimistis kinerja akan membaik pada 2021, ini penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MD Pictures Tbk (FILM) memproyeksi dapat mengerek kinerja pada tahun ini. Public Relations Manager MD Pictures, Astrid Suryatenggara mengatakan, bisnis FILM masih sangat menjanjikan sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi, serta mulai beroperasinya bioskop. Ada beberapa judul film yang siap tayang di bioskop salah satunya KKN Di Desa Penari.

Pada saat ini, MD Pictures juga berencana untuk meluncurkan sejumlah film layar lebar dan beberapa digital series secara online. “Kami sudah dan akan menayangkan beragam judul digital movies di platform tersebut. Pada tanggal 5 Maret 2021 serial ‘Kisah Untuk Geri’ tayang di platform WeTV dan iflix Indonesia dan beberapa negara lainnya,” ungkapnya ketika dihubungi Kontan, Senin (15/3).

Di semester awal 2021, sambungnya, FILM tengah memproduksi beberapa digital movies dan series, dimana sebagian judul sudah masuk dalam fase post produksi. Sebagai informasi, pada penghujung 2020, serial My Lecturer My Husband berhasil menduduki tangga popularitas paling atas sejak awal hingga akhir penayangannya di WeTV dan iflix. “Kami sedang persiapan produksi My Lecturer My Husband season yang ke-2,” imbuhnya.


Baca Juga: Kino Indonesia (KINO) menyesuaikan belanja iklan dan promosi dengan kondisi pasar

Astrid mengaku, FILM telah memiliki digital production plan untuk 2021 dan 2022 dengan beragam tema dan genre yang akan ditayangkan di berbagai platform berbeda. Pihaknya mengklaim sekarang ini FILM adalah digital content producer terbesar di Indonesia.

Sejauh ini MD Pictures pun membangun kemitraan dengan berbagai platform digital terkemuka di dunia diantaranya Disney+Hotstar, WeTV dan iflix, Viu, Netflix, Vidio, dan Telkomsel Maxstream.

Sayangnya, ia masih belum dapat menyebutkan detail belanja modal yang dibutuhkan untuk menggarap film-film tersebut dan proyeksi pertumbuhan pendapatan pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Kontan, per kuartal III tahun lalu, pendapatan FILM menurun signifikan 51% menjadi hanya Rp 84,22 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi sektor digital terhadap penerimaan adalah sebesar Rp 41,4 miliar.

Baca Juga: Yelooo Integra (YELO) meraih kontrak kerjasama layanan internet Rp 100 miliar

Manajemen FILM juga pernah menyampaikan bahwa perusahaan mematok penerimaan dari sektor digital sebesar Rp 120 miliar pada 2021. Jumlah ini tumbuh 2 kali lipat dibandingkan pendapatan daripada 2019 lalu di kisaran Rp 60 miliar.

Selanjutnya: Humpuss Intermoda (HITS) akan memperkuat bisnis jasa pengerukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi