MDLN catatkan penjualan lahan 135 ha



JAKARTA. Di saat penjualan lahan industri dilanda kelesuan, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) justru mampu mendulang penjualan yang cukup positif. Lihat saja, hingga pertengahan Juni, emiten properti ini mencatatkan penjualan lahan seluas 135 hektare (ha).

Ini berarti MDLN sudah hampir menggapai target penjualan lahan yang dipatok hingga akhir tahun seluas 145 ha. Kendati sudah meraih 93,1% target penjualan lahan, perseroan belum berencana merevisi target. "Kita belum mau menaikkan target," kata Cuncun Wijaja, Sekretaris perusahaan MDLN pada KONTAN, Jumat (26/6).

Di kuartal I, MDLN berhasil menjual lahan seluas 127 ha dengan nilai mencapai Rp 949 miliar. Adapun 95 ha di antaranya dijual kepada perusahaan pakan ternak PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN).


Lalu di kuartal II, perseroan menjual 8 ha lahan di kawasan industri Cikande, Banten ke perusahaan lokal yang bergerak di bidang produksi cat/painting. Hanya saja, Cucun tidak bersedia menyebut nilai penjualan lahan tersebut.

Sembari menggenjot penjualan lahan, MDLN juga terus melakukan akuisisi lahan di Cakande dan Bekasi. Tak tanggung-tanggung, perseroan menganggarkan belanja modal hingga Rp 2 triliun untuk ini.

Adapun sumber dana berasal dari kas internal, marketing sales dan dana hasil obligasi tahap I tahun 2015 yang diterbitkan awal Juni lalu. Rinciannya, sekitar Rp 1,3 triliun dari kas kita dan hasil penjualan dan Rp 7 triliun dari obligasi.

MDLN masih akan fokus menambah lahan di Cikande dan Bekasi. Di Cikande, perseroan telah mengantongi izin hak guna bangunan seluas 2.175 hektare. Kawasan ini dikembangkan menjadi kawasan Industri yang diberi nama Modern Cikande Indutrial Estae (MCIE). Hingga saat ini, total area yang dikembangkan baru mencapai 900 ha yang dihuni 205 perusahaan.

Sementara untuk Bekasi, perseroan telah mengantongi izin akuisisi lahan seluas 1.300 ha. Kawasan yang terletak di sebelah jalan tol Cibitung –Clincing ini akan dikembangkan menjadi Modern Bekasi Residential dan Indutrial Park. Fredy bilang, tahun ini perseroan masih fokus membebaskan lahan tersebut dan pengembangan baru akan dilakukan mulai tahun depan.

Sebagai tambahan, tahun ini perseroan menargetkan pra penjualan atau marketing sales Rp 5,4 triliun. Rinciannya, Rp 3,3 triliun dari residential, Rp 1,3 triliun dari industrial dan Rp 750 miliar dari penjualan lahan mentah.

Hingga kuartal I, perseroan telah mengantongi marketing sales Rp 1,46 triliun. Mayoritasnya atau sebesar Rp 949 miliar bersumber dari penjualan lahan dan sisanya dari residential.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto