MDRN Angkat Bicara Soal Perolehan Ekuitas yang Negatif Hingga Kuartal III-2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Modern Internasional Tbk (MDRN) angkat bicara atas perolehan ekuitas negatif yang masih terjadi hingga kuartal III-2021. Sebagai informasi, per kuartal III-2021, MDRN membukukan ekuitas negatif sebesar Rp 547,87 miliar. Ekuitas negatif tersebut membengkak dari perolehan di akhir tahun 2020 sebesar Rp 537,94 miliar.

Di sisi lain, MDRN memiliki total liabilitas sebesar Rp 847,79 miliar per kuartal III-2021. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan liabilitas perusahaan di akhir tahun 2020 sebesar Rp 843,82 miliar.

Komisaris MDRN Martino mengaku, ekuitas negatif yang didapat MDRN merupakan akumulasi dari hasil pada tahun-tahun sebelumnya, terutama ketika perusahaan ini harus menghentikan sejumlah kegiatan bisnisnya.


Baca Juga: Modern Internasional (MDRN) Bakal Perkuat Lini Bisnis Distribusi Produk Susu di 2022

Seperti yang diketahui, pada Agustus 2015 lalu MDRN melepas hak distribusi merek Fuji Film. Kemudian, di pertengahan 2017 silam, MDRN menghentikan bisnis waralaba 7-Eleven. “Penghapusan bisnis-bisnis tersebut mempengaruhi liabilitas dan posisi ekuitas kami,” ujar dia dalam paparan publik virtual, Kamis (30/12).

Martino menyebut, MDRN turut melakukan restrukturisasi atas utang-utang yang dimilikinya. Proses restrukturisasi tersebut diklaim sudah ada yang mulai berjalan. Pihak MDRN memastikan akan terus berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya.

 
MDRN Chart by TradingView

Sedangkan untuk memperkuat kinerja di masa mendatang, MDRN akan fokus pada lini bisnis distribusi produk berbasis susu. MDRN telah bekerja sama dengan PT Zehat Internasional dan PT Nusantara Agri Sejati untuk mendistribusikan produk susu kedelai dan susu sapi milik kedua perusahaan tersebut.

Direktur MDRN Laurentius Linggodigdo memperkirakan, kontribusi penjualan dari bisnis susu dapat mendekati level Rp 100 miliar dari total penjualan bersih MDRN di tahun 2022. Manajemen MDRN sendiri memperkirakan penjualan bersih di tahun depan bisa berada di kisaran Rp 190 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .