MDRN terbitkan surat utang untuk ekspansi 7-Eleven



JAKARTA. Tinggal selangkah lagi, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) akan meraup dana segar dari penerbitan medium term notes (MTN). Nilai emisi surat utang multicurrency ini mencapai S$ 150 juta atau setara dengan Rp 1,34 triliun. Berdasarkan keterangan resmi perseroan, MTN ini akan diterbitkan di Singapura. Oleh karena itu, MDRN akan menggadaikan rekening cadangan bunga (interest reserve account) untuk menjamin kewajiban pembayaran bunga dan pokok dari notes. Tingkat bunga dari surat utang jangka pendek ini dibanderol maksimal 10% per tahun. Sedangkan tenor MTN ditentukan selama lima tahun. Pemegang saham MDRN telah menyetujui rencana ini yang tertuang dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Juni 2015. Asal tahu saja, nilai penerbitan MTN ini 105% dari total ekuitas perseroan. Terkait hal ini, Donny Sutanto, Direktur MDRN kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bilang, penarikan utang dari MTN akan memperhatikan batasan-batasan (negative covenant) termasuk debt to equty ratio (DER) perusahaan. Ia percaya, dengan adanya penerbitan surat utang ini, ekspansi gerai 7-Eleven akan lebih cepat berkembang. Hasil dari pengembangan itu kemudian dapat digunakan untuk membayar kewajiban. Selain untuk membayar kewajiban (refinancing), sekitar 30% dana hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk belanja modal, termasuk ekspansi gerai 7-Eleven. Perseroan menargetkan tahun ini, akan mendirikan 50 gerai 7-Eleven baru. Adapun, dana yang dibutuhkan untuk membangun setiap gerainya sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar. Patut diketahui, MDRN harus mendapat persetujuan dari para kreditur sebelum menerbitkan MTN ini. "Secara lisan kreditur perseroan telah memberikan persetujuan atas rencana transaksi (penerbitan MTN)," ujar manajemen MDRN dalam keterangan resmi. Namun, perseroan belum mengantongi izin tertulis. Oleh karena itu, manajemen MDRN akan berusaha mendaptakan izin tertulis dari para kreditur sebelum penerbitan notes dilakukan. Kreditur MDRN yang dimaksud adalah Standard Chartered Bank dan PT CIMB Niaga Tbk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Uji Agung Santosa