JAKARTA. Ada kabar baik bagi Indonesia. Middle East Coal (MEC), sebuah perusahaan patungan asal Timur Tengah, akan menanamkan modal senilai US$ 5 miliar di negara kita ini. MEC akan menggunakan US$ 4 miliar di antaranya untuk membangun pabrik aluminium dan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan kapasitas 1.250 megawatt di Kalimantan Timur. Untuk kedua proyek tersebut, MEC akan bekerjasama dengan National Aluminium Company (NALCO) dari India. MEC memasang target, kedua proyek ini selesai tahun 2013. Kemudian, investasi lainnya yang akan menyerap investasi sebesar US$1 miliar adalah pembangunan rel kereta api. Menurut rencana, MEC akan membangun rel kereta api sepanjang 130 kilometer di Kabupaten Kutai Timur. Apabila terlaksana nanti, proyek tersebut akan salah satu dari segelintir proyek kereta api swasta di Indonesia.
MEC Akan Tanam Modal US$ 5 Miliar di Indonesia
JAKARTA. Ada kabar baik bagi Indonesia. Middle East Coal (MEC), sebuah perusahaan patungan asal Timur Tengah, akan menanamkan modal senilai US$ 5 miliar di negara kita ini. MEC akan menggunakan US$ 4 miliar di antaranya untuk membangun pabrik aluminium dan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan kapasitas 1.250 megawatt di Kalimantan Timur. Untuk kedua proyek tersebut, MEC akan bekerjasama dengan National Aluminium Company (NALCO) dari India. MEC memasang target, kedua proyek ini selesai tahun 2013. Kemudian, investasi lainnya yang akan menyerap investasi sebesar US$1 miliar adalah pembangunan rel kereta api. Menurut rencana, MEC akan membangun rel kereta api sepanjang 130 kilometer di Kabupaten Kutai Timur. Apabila terlaksana nanti, proyek tersebut akan salah satu dari segelintir proyek kereta api swasta di Indonesia.