MEDC Tebar Dividen Interim Rp540 Miliar, Cek Profil Emiten dan Kinerja Terkini



KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten MEDC yang membagikan dividen interim. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan pembagian dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp540 miliar berdasarkan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Pembagian dividen ini menjadi perhatian investor karena dilakukan ketika perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba pada semester I 2026.

Medco Energi merupakan perusahaan energi dan sumber daya alam yang menjalankan bisnis di sektor minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, serta pertambangan tembaga dan emas. Perusahaan memiliki kegiatan operasional di Indonesia dan sejumlah negara lain di Asia Tenggara serta Timur Tengah.


Mengutip data IPOT, harga saham MEDC turun ke Rp1.235/saham atau memerah 3,52% pada awal sesi 1 Rabu (4/11).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Intip profil MEDC hingga kinerja terbarunya.

Baca Juga: Tebar Dividen Interim Rp273,43 Miliar, Cek Profil Emiten IMPC dan Kinerja Terkini

Profil Perusahaan MEDC

PT Medco Energi Internasional Tbk merupakan perusahaan energi yang didirikan oleh pengusaha Arifin Panigoro pada 1980. Perusahaan berkembang dari bisnis jasa pengeboran minyak dan gas menjadi salah satu perusahaan energi swasta besar di Indonesia.

MEDC melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1994 dengan kode saham MEDC. Perusahaan kemudian memperluas kegiatan usahanya melalui pengembangan aset minyak dan gas, pembangkit listrik, serta investasi pada sektor pertambangan.

Medco Energi menjalankan kegiatan bisnis melalui sejumlah anak perusahaan, termasuk PT Medco E&P Indonesia dan PT Medco Power Indonesia. Perusahaan juga memiliki kepemilikan nonpengendali di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang bergerak dalam pertambangan tembaga dan emas.

Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim Rp595 Miliar, Cek Profil AMRT dan Kinerja Terkini

Lini Bisnis MEDC

Medco Energi memiliki tiga pilar bisnis utama yang mencakup minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, serta pertambangan tembaga dan emas.

1. Minyak dan Gas Bumi

Minyak dan gas bumi merupakan salah satu bisnis utama MEDC. Kegiatan usaha pada segmen ini mencakup eksplorasi, pengembangan lapangan, produksi, hingga penjualan minyak dan gas.

Medco mengoperasikan sejumlah aset migas di Indonesia dan luar negeri, termasuk di Thailand, Oman, serta sejumlah wilayah lain di Asia Tenggara.

Beberapa aset dan proyek yang mendukung kegiatan operasional perusahaan antara lain Blok Corridor, South Natuna Sea Block B, Blok 60 Oman, dan proyek gas Senoro.

Pada semester I 2026, produksi minyak dan gas MEDC mencapai rata-rata 170 ribu barel setara minyak per hari. Produksi gas menyumbang sekitar 72% dari total volume tersebut.

2. Ketenagalistrikan

Segmen ketenagalistrikan dijalankan melalui PT Medco Power Indonesia. Perusahaan mengembangkan dan mengoperasikan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan industri maupun jaringan kelistrikan.

Portofolio pembangkit MEDC mencakup beberapa jenis energi, antara lain:

  • Pembangkit listrik tenaga gas.
  • Pembangkit listrik tenaga surya.
  • Pembangkit listrik tenaga panas bumi.
  • Pembangkit listrik tenaga air skala kecil.
Pada semester I 2026, penjualan listrik MEDC mencapai 2.323 GWh. Energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik tersebut.

3. Pertambangan Tembaga dan Emas

MEDC juga memiliki eksposur terhadap sektor pertambangan melalui kepemilikan nonpengendali di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

AMMN mengoperasikan tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perusahaan tersebut juga mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral.

Kontribusi sektor pertambangan menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja MEDC pada semester I 2026, terutama setelah fasilitas smelter AMMN beroperasi dengan kapasitas penuh.

Baca Juga: AUTO Tebar Dividen Interim Rp349 Miliar, Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terkini

Jadwal Dividen Interim MEDC 2026

MEDC mengumumkan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp540 miliar berdasarkan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Keputusan pembagian dividen tersebut ditetapkan oleh Direksi dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 29 Oktober 2026. Pengumuman kepada pemegang saham disampaikan pada 2 November 2026.

Nilai dividen dalam rupiah yang akan digunakan untuk pembayaran masih menunggu penetapan kurs resmi. Perusahaan menjadwalkan pengumuman kurs pada 13 November 2026.

Investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen dan ex dividen untuk mengetahui batas kepemilikan saham yang berhak memperoleh pembagian dividen.

Berikut jadwal lengkapnya:

Agenda Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 10 November 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 11 November 2026
Cum dividen pasar tunai 12 November 2026
Recording date 12 November 2026
Pengumuman kurs dolar AS ke rupiah 13 November 2026
Ex dividen pasar tunai 13 November 2026
Pembayaran dividen 2 Desember 2026
Investor yang ingin memperoleh hak dividen melalui transaksi pasar reguler dan negosiasi perlu memiliki saham MEDC paling lambat pada tanggal cum dividen, yaitu 10 November 2026.

Sementara itu, recording date ditetapkan pada 12 November 2026. Pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham sesuai ketentuan pada tanggal tersebut berhak menerima pembagian dividen.

Baca Juga: Tebar Dividen Interim Rp333,11 Miliar, Periksa Profil Emiten CNMA dan Kinerja Terbaru

Kinerja Keuangan MEDC Semester I 2026

Mengutip data BEI, Medco Energi mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan mencapai sekitar Rp25,47 triliun, sedangkan EBITDA tercatat sekitar Rp14,49 triliun.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar Rp4,96 triliun. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berikut ringkasan kinerja keuangan MEDC semester I 2026:

Keterangan Semester I 2026
Pendapatan Rp25,47 triliun
EBITDA Rp14,49 triliun
Laba kotor Rp10,58 triliun
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp4,96 triliun
Total aset Rp162,54 triliun
Total utang konsolidasi Rp74,30 triliun
Kas dan setara kas Rp25,24 triliun
Pendapatan perusahaan meningkat sekitar 23,35% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 796,6% dibandingkan semester I 2025.

Pertumbuhan laba tersebut didukung peningkatan produksi minyak dan gas, perbaikan harga minyak dunia, serta kontribusi dari investasi pertambangan setelah smelter AMMN beroperasi penuh.

Tonton: BEI Rombak IHSG! Peluang atau Ancaman bagi Investor?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News