Medela Potentia (MDLA) Gandeng WEGO Healthcare, Bidik Bisnis Hemodialisis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medela Potentia Tbk (MDLA) memperluas bisnis di sektor alat kesehatan melalui kerja sama dengan WEGO HEALTHCARE (HK) LIMITED untuk mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang manufaktur dan penjualan produk dialiser serta layanan terkait hemodialisis di Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (21/10/2026), MDLA dan WEGO telah menandatangani perjanjian usaha patungan atau Joint Venture Agreement (JVA) pada 21 Oktober 2026.

Perusahaan patungan tersebut direncanakan bernama PT Arion Healthcare International, atau nama lain yang disetujui Kementerian Hukum Republik Indonesia.


Baca Juga: Harga Ayam dan DOC Naik, Simak Prospek Saham Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Perusahaan patungan ini direncanakan memiliki modal dasar awal sebesar Rp 180 miliar. Dalam struktur kepemilikannya, MDLA akan menggenggam 49% saham, sedangkan WEGO memiliki porsi mayoritas sebesar 51%.

WEGO merupakan perusahaan berbasis di Hong Kong yang bergerak dalam penjualan luar negeri, ekspor, dan perdagangan internasional produk dialisis.

Portofolio produknya mencakup dialiser atau ginjal buatan, mesin dialisis, serta bloodlines yang digunakan dalam proses dialisis.

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan menargetkan pengembangan pasar peralatan medis hemodialisis dan terapi hemodialisis di Indonesia.

Pendirian PT Arion Healthcare International akan dilanjutkan setelah penandatanganan perjanjian dengan mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% ke 5.328 pada Rabu (21/10/2026), AKRA, ICBP, BBTN Top Gainers LQ45

Manajemen MDLA menyatakan, kerja sama tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi.

Pembentukan perusahaan patungan tersebut menjadi langkah MDLA untuk memperluas keterlibatan di bisnis alat kesehatan, khususnya produk pendukung terapi hemodialisis.

Namun, besaran modal dasar Rp 180 miliar tidak serta-merta menunjukkan jumlah investasi yang langsung disetorkan oleh kedua perusahaan, karena realisasi modal disetor belum dirinci dalam informasi tersebut.

 
MDLA Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News