Media massa Indonesia kurang kembangkan pendidikan



NUSA DUA. Media massa di Indonesia dianggap kurang dalam mengemban fungsi pendidikan. Media massa Indonesia baik cetak, online, maupun elektronik lebih banyak menyandang tiga fungsi yang lain yaitu informasi, kontrol sosial, dan hiburan, dibanding pendidikan, 

Peningkatan fungsi pendidikan, terutama meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan inilah yang disorot dalam konferensi internasional Global Media Forum. Acara yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 25-28 Agustus 2014 ini berupaya menjabarkan peranan media, termasuk media sosial dalam kerangka peningkatan pembangunan. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Freddy Tulung mengatakan, acara Global Media Forum akan dihadiri lebih dari 300 peserta dari praktisi media internasional, organisasi wartawan, organisasi media independen, lembaga pelatihan media, badan PBB, dll. "Melalui acara ini diharapkan akan ada deklarasi atau roadmap mengenai peran media pasca 2015," katanya, Senin (25/8).


Menurutnya, dokumen itu antinya juga akan diajukan pada tingkatan lebih tinggi yaitu acara Aliansi PBB untuk peradaban atau civilization (UNAOC) pada akhir Agustus 2014. Roadmap ini akan berisi rekomendasi untuk pembangunan media terutama dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan. "Roadmap ini diharapkan akan diisi oleh pemikiran-permikiran orang Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa