KONTAN.CO.ID - Media resmi Iran pada Rabu (21/1/2026) melaporkan sebanyak 3.117 orang tewas dalam gelombang aksi protes yang pecah sejak akhir Desember lalu. Namun, kelompok aktivis menilai aksi tersebut ditumpas melalui penindakan brutal yang memakan banyak korban jiwa. Channel News Asia melaporkan, dalam pernyataan Yayasan Veteran dan Martir Iran yang dikutip televisi pemerintah, disebutkan bahwa dari jumlah tersebut, 2.427 orang, termasuk anggota aparat keamanan, dianggap sebagai “martir” menurut ajaran Islam dan disebut sebagai korban tidak bersalah. Otoritas ulama Iran mengecam gelombang protes itu dengan menyebutnya sebagai insiden teroris yang ditandai oleh “kerusuhan” dan dituding dipicu oleh Amerika Serikat. Setelah penindakan berdarah tersebut, Menteri Luar Negeri Iran mengeluarkan ancaman paling keras sejauh ini terhadap AS, dengan memperingatkan bahwa Republik Islam Iran akan membalas dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki jika kembali diserang.
Media Resmi Iran: 3.117 Orang Tewas dalam Aksi Protes
KONTAN.CO.ID - Media resmi Iran pada Rabu (21/1/2026) melaporkan sebanyak 3.117 orang tewas dalam gelombang aksi protes yang pecah sejak akhir Desember lalu. Namun, kelompok aktivis menilai aksi tersebut ditumpas melalui penindakan brutal yang memakan banyak korban jiwa. Channel News Asia melaporkan, dalam pernyataan Yayasan Veteran dan Martir Iran yang dikutip televisi pemerintah, disebutkan bahwa dari jumlah tersebut, 2.427 orang, termasuk anggota aparat keamanan, dianggap sebagai “martir” menurut ajaran Islam dan disebut sebagai korban tidak bersalah. Otoritas ulama Iran mengecam gelombang protes itu dengan menyebutnya sebagai insiden teroris yang ditandai oleh “kerusuhan” dan dituding dipicu oleh Amerika Serikat. Setelah penindakan berdarah tersebut, Menteri Luar Negeri Iran mengeluarkan ancaman paling keras sejauh ini terhadap AS, dengan memperingatkan bahwa Republik Islam Iran akan membalas dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki jika kembali diserang.
TAG: