KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinarmas Land melalui PT Surya Inter Wisesa (SIW) terus memacu pembangunan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten atau D-HUB SEZ di BSD City. Upaya ini dilakukan untuk menarik lebih banyak investor baru yang akan mendorong pertumbuhan kawasan tersebut. Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra mengungkapkan, sudah ada tambahan komitmen investasi baru sebesar Rp 500 miliar tahun ini di D-HUB SEZ. Itu akan melengkapi investasi yang sudah masuk sebesar Rp 1,9 triliun sebelumnya. “Di luar Rp 500 miliar itu, kami juga terus melakukan penjajakan dengan sejumlah investor. Kami lagi diskusi dengan beberapa rumah sakit dan sudah ada MoU juga dengan Rumah Sakit Bunda,” kata Lindawaty, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Sinarmas Land Optimistis Realisasi Marketing Sales Tahun 2025 Capai 90% dari Target Saat ini, Sinarmas Land tengah melakukan pembangunan Medical Suites di D-HUB SEZ, yang dirancang untuk memenuhi tuntutan ketat dari penyedia layanan kesehatan. Prosesnya sudah memasuki tahap tutup atap pada 10 April 2026 dan ditargetkan serah terima kepada tenan pada September mendatang. Gedung Medical Suite ini merupakan fasilitas kesehatan yang akan disewakan untuk berbagai penyedia layanan kesehatan. Lindawaty menyebut, fokus tenan yang dibidik bukan rumah sakit besar, melainkan laboratorium dan klinik, termasuk kemungkinan klinik estetika, stem cell, dan layanan spesialis lainnya. Medical Suite dibangun dengan luas hampir 20.000 meter persegi (m2) dan diperkirakan bisa menampung lebih dari 25 tenan. “Penjajakan dengan tenan yang akan mengisi gedung ini masih terus berjalan,” ujar Lindawaty.
Baca Juga: Mengintip Perkembangan KEK ETKI Banten di BSD City Selain gedung Medical Suite, Sinarmas Land juga membangun area komersial Powell yang akan dipasarkan bagi para inovator dan akan serah terima pada April ini. Sementara sebelumnya sudah rampung dibangun Biomedical Campus, gabungan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower. Adapun tenan yang sudah masuk ke D-Hub SEZ saat ini diantarannya Increased, Alpha IVF, Monash University, BINUS University, StemCord, FS Regenera, Fuji Academy, ATOP Plastic Surgery, Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic, Kaiser Clinic, hingga One Smart Services.
Jaring Rp 5 Triliun dalam 5 Tahun
KEK ETKI Banten resmi ditetapkan pada Oktober 2024 dan akan dikembangkan di atas lahan sekitar 60 hektare (ha) dalam dua tahap. Tahap pertama seluas 29 ha ditargetkan rampung dalam tiga tahun, disusul tahap kedua seluas 31 ha. Kawasan ini difokuskan pada empat sektor utama: pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan. Sekjen Dewan Nasional KEK, Edwin Manansang, menyebut KEK ETKI Banten menargetkan investasi hingga Rp18,8 triliun dalam 20 tahun serta penciptaan 13.446 lapangan kerja. Dalam lima tahun pertama, realisasi investasi ditargetkan mencapai Rp 5 triliun. “Perkembangan KEK ini cukup signifikan. Meski baru mulai beroperasi pada November 2025, KEK ini telah mencatat investasi Rp1,9 triliun, menyerap 836 tenaga kerja, dan melibatkan 14 pelaku usaha,” kata Edwin. Di sektor kesehatan, KEK ETKI Banten dinilai strategis karena selama ini sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun. Kehadirannya diharapkan dapat menghadirkan layanan medis berstandar global di dalam negeri sekaligus menekan arus devisa keluar.
Baca Juga: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025 Tak hanya melayani pasar domestik, KEK ini juga dibidik menjadi destinasi wisata medis internasional, menyaingi Malaysia, Singapura, dan Thailand yang lebih dulu mapan di sektor tersebut. Melalui pengembangan KEK BSD City, Indonesia ditargetkan mampu memperkuat posisi di industri layanan kesehatan regional.
Edwin menambahkan, KEK ETKI Banten berpotensi menghemat devisa hingga Rp1,5 triliun dan menghasilkan devisa Rp4,2 triliun dalam lima tahun pertama. Momentum topping off Gedung Medical Suites disebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekosistem kesehatan di kawasan tersebut. “Kehadiran Gedung Medical Suites diharapkan mampu menarik investasi dari pelaku usaha klinik dan layanan kesehatan berstandar internasional, sehingga tidak hanya melayani pasien domestik, tetapi juga pasien dari luar negeri,” pungkas Edwin. Sebagai kawasan ekonomi khusus, KEK ETKI Banten menawarkan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal untuk menarik investasi. Insentif fiskal mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Keuangan No. 237 Tahun 2020. Sementara itu, fasilitas nonfiskal diatur melalui sejumlah regulasi Kementerian Kesehatan, termasuk Permenkes No. 1 Tahun 2023 dan Permenkes No. 18 Tahun 2023. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News