Mega Insurance Intip Peluang dari Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.000 KNMP di berbagai wilayah Indonesia pada 2026.

Mengenai hal itu, PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) memandang pembangunan kampung nelayan sebagai peluang positif bagi industri asuransi untuk memperluas inklusi keuangan, khususnya segmen masyarakat pesisir. 

Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance Diang Edelina mengatakan program tersebut juga berpotensi mendorong kebutuhan perlindungan, seperti asuransi kecelakaan diri, kesehatan, hingga perlindungan aset dan aktivitas usaha nelayan. Dia bilang Mega Insurance pada prinsipnya melihat peluang secara terbuka di program tersebut. 


"Kami tertarik untuk mengeksplorasi kemungkinan pengembangan produk yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: El Nino Picu Risiko Kebakaran, Tugu Insurance Perkuat Mitigasi

Namun, Diang menyampaikan, implementasinya memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk edukasi literasi asuransi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Mega Insurance mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 151,39 miliar pada Januari 2026. Nilainya meningkat 20,85% secara Year on Year (YoY).

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memandang kebijakan tersebut memang dapat menjadi peluang positif bagi industri asuransi umum. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan pembangunan tersebut juga turut menghadirkan berbagai fasilitas, seperti cold storage, pabrik es, dermaga, kendaraan, hingga kapal. 

Dari perspektif asuransi, dia bilang pengembangan ekosistem seperti itu membuka kebutuhan perlindungan yang cukup luas. Alhasil, bisa menjadi peluang untuk berbagai lini di asuransi umum.

"Mulai dari asuransi properti dan engineering untuk infrastruktur, marine hull untuk kapal, marine cargo untuk distribusi hasil tangkapan, sampai perlindungan terhadap risiko bencana, cuaca, kecelakaan, dan gangguan usaha. OJK sendiri juga menilai program itu berpotensi menjadi peluang bagi industri asuransi," katanya kepada Kontan, Rabu (1/4).

Meski demikian, Budi menyebut diperlukan desain ekosistem yang matang agar peluang terhadap kebijakan itu benar-benar bisa diwujudkan. Dia bilang desain yang diperlukan, seperti kejelasan objek pertanggungan, skema pembiayaan atau premi, data risiko, standar mitigasi, dan dukungan pemerintah apabila segmennya menyasar masyarakat kecil yang rentan.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Beberkan Dampak Positif Pasca Bertransformasi Menjadi Perseroda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News