Mega Manunggal Property (MMLP) targetkan pendapatan Rp 250 miliar tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menargetkan pendapatan di atas nilai Rp 250 miliar tahun depan. Target pertumbuhan tersebut disokong oleh penambahan kontrak dua gudang baru di kawasan Tapos, Depok dan Jababeka.

Adapun gudang di Tapos, Depok memiliki luas 65.000 m² dengan dua tahap kontrak. Luas kontrak pertama adalah 30.000 m² dan luas kontrak kedua adalah 35.000 m².

Baca Juga: Mega Manunggal Property (MMLP) maksimalkan aset eksisting pada tahun 2020


“Kalau potensi lahan di Jababeka saat ini sedang dalam negosiasi,” ujar Asa Nisi Siahaan, Head of Corporate Finance & Investor Relations MMLP, saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Selain penambahan dua gudang, katalis positif lainnya adalah adanya gudang yang beroperasi penuh di tahun depan serta kenaikan harga rental. Selain itu, MMLP juga telah melakukan pengiriman (deliver) tahap pertama terhadap gudang Delta Silicon di Cikarang dengan luas sekitar 20.700 m².

"Jadi, saat kini MMLP telah mengembangkan lahan seluas 320.000m². Di luar jumlah tersebut, masih ada lahan seluas 235.000 m² yang masih dalam tahap pengembangan," tambahnya.

Baca Juga: Kualitas udara di Sumatera Selatan memburuk, sekolah diliburkan

Emiten yang berdiri sejak 2010 ini, juga sedang berfokus pada berbagai proyek yang akan diselesaikan pada periode 2020-2021 mendatang. Beberapa proyek yang direncanakan selesai pada awal tahun depan adalah Warehouse Lazada yang berlokasi di Depok, serta warehouse di Jababeka.

Adapun Warehouse Delta Silicon III, Pondok Ungu, dan Manyar, Jawa Timur ditargetkan rampung pada awal tahun 2021.

Sementara mengenai realisasi capex (capital expenditure), total pengeluaran MMLP hingga November 2019 adalah sekitar Rp500 miliar. Namun, alokasi capex untuk tahun 2020 mendatang masih belum bisa ditentukan.

Baca Juga: Mega Manunggal Property dapat berkah dari pekembangan e-commerce

Pasalnya, menurut Asa, proyek pembangunan gudang memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 tahun. "Jadi alokasi capex agak sulit untuk ditentukan lebih awal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .