Meksiko Kaji Libur Sekolah Lebih Awal karena Piala Dunia dan Cuaca Panas



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Claudia Sheinbaum pada Jumat (8/5) mengisyaratkan peninjauan ulang terhadap rencana pemerintah untuk memajukan libur sekolah musim panas di Meksiko. Kebijakan tersebut sebelumnya diumumkan oleh Menteri Pendidikan sebagai respons terhadap gelombang panas ekstrem dan penyelenggaraan FIFA World Cup 2026.

Sheinbaum mengatakan usulan tersebut belum menjadi keputusan final setelah memicu kritik dari asosiasi orang tua murid. Menurutnya, pemerintah masih mempertimbangkan keseimbangan antara antusiasme publik terhadap sepak bola dan kebutuhan menjaga kualitas pendidikan siswa.

“Banyak warga Meksiko menyukai sepak bola, kami menantikan Piala Dunia, sehingga proposal ini diajukan untuk memajukan masa liburan. Namun, kami juga harus mempertimbangkan hari belajar anak-anak,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya.


Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada jadwal pasti terkait pengurangan kalender akademik tersebut.

Baca Juga: Politik Filipina Memanas! Sara Duterte di Ambang Pemakzulan

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Mario Delgado mengumumkan melalui platform X bahwa Dewan Nasional Otoritas Pendidikan telah mengusulkan perubahan kalender akademik sebagai respons terhadap cuaca panas ekstrem dan penyelenggaraan Piala Dunia di Meksiko.

Dalam usulan itu, tahun ajaran akan berakhir pada 5 Juni, lebih cepat dibanding jadwal semula pada 15 Juli. Sementara tahun ajaran baru direncanakan dimulai pada 31 Agustus, satu hari lebih awal dibandingkan kalender pendidikan tahun 2025.

Delgado menegaskan bahwa seluruh target kurikulum tetap akan dipenuhi dan perkembangan akademik siswa akan dijaga, meski belum menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaannya.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari organisasi orang tua siswa nasional di Meksiko. Mereka menilai penggunaan Piala Dunia sebagai alasan memperpendek kalender sekolah tidak dapat diterima.

“Menggunakan Piala Dunia FIFA sebagai alasan untuk mempersingkat kalender sekolah adalah hal yang tidak dapat diterima. Pendidikan anak-anak kami tidak boleh dikorbankan demi sebuah ajang olahraga yang hanya berlangsung di tiga dari 2.500 kota madya di negara ini,” demikian pernyataan Serikat Nasional Asosiasi Orang Tua Murid Meksiko.

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga kota besar Meksiko, yakni Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara. Ketiga kota tersebut dijadwalkan menjadi tuan rumah total 13 pertandingan selama Juni hingga Juli.

Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung US$15 Juta atas Dugaan Penggunaan Foto Tanpa Izin

Penutupan sekolah dinilai dapat membantu mengurangi kemacetan dan kepadatan di kota-kota tersebut ketika ratusan ribu wisatawan diperkirakan datang selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, serikat guru terbesar di Meksiko juga mengancam akan melakukan aksi mogok kerja saat pertandingan pembukaan Piala Dunia berlangsung. Mereka menuntut kenaikan gaji dan perubahan aturan terkait dana pensiun guru.

Berdasarkan data resmi pemerintah, sekitar 90% siswa di Meksiko bersekolah di institusi negeri, sementara sekitar 10% lainnya belajar di sekolah swasta yang tidak diwajibkan mengikuti kalender akademik baru tersebut.

Saat ini, Meksiko tengah menghadapi gelombang panas parah dengan suhu di beberapa wilayah mencapai 45 derajat Celsius. Meski demikian, kondisi cuaca ekstrem seperti itu dinilai bukan hal baru dan biasanya mulai mereda pada Juni seiring datangnya musim hujan.