JAKARTA. Dua tahun tenggelam tanpa kabar, kasus investasi bodong Wahana Bersama Globalindo (WBG) mencuat lagi. Sebanyak 5.000 investor yang tergabung dalam perkumpulan investor bernama Crisis Center Dressel dan WBG kini aktif lagi menuntut kejelasan US$ 175 juta dana mereka. Sementara 5.000 investor lainnya pasrah. Kasus ini sebenarnya sudah terkuak Februari 2007. Namun, investor baru melakukan gugatan hukum tahun ini. Nasabah menggugat bank asal Seattle, Regal Financial Bancorp Inc. dan Dressel Investment Ltd, lembaga investasi asal British Virgin Islands. Sepanjang 2001-2007, melalui WBG, Dressel mengumpulkan dana sebesar US$ 385 juta dari nasabah di Indonesia. WBG menawarkan dua produk investasi, yakni Sportman dan Global Market Portfolio.
Melacak Aset Dressel Sampai ke Amerika
JAKARTA. Dua tahun tenggelam tanpa kabar, kasus investasi bodong Wahana Bersama Globalindo (WBG) mencuat lagi. Sebanyak 5.000 investor yang tergabung dalam perkumpulan investor bernama Crisis Center Dressel dan WBG kini aktif lagi menuntut kejelasan US$ 175 juta dana mereka. Sementara 5.000 investor lainnya pasrah. Kasus ini sebenarnya sudah terkuak Februari 2007. Namun, investor baru melakukan gugatan hukum tahun ini. Nasabah menggugat bank asal Seattle, Regal Financial Bancorp Inc. dan Dressel Investment Ltd, lembaga investasi asal British Virgin Islands. Sepanjang 2001-2007, melalui WBG, Dressel mengumpulkan dana sebesar US$ 385 juta dari nasabah di Indonesia. WBG menawarkan dua produk investasi, yakni Sportman dan Global Market Portfolio.