Demam Korea (Korean Wave) sudah tak terbendung. Tidak hanya industri musik Tanah Air, tren Korea juga menular ke berbagai sektor usaha termasuk kuliner. Lihat saja kini makin banyak bermunculan berbagai brand kuliner khas Negeri Gingseng tersebut. Salah satunya adalah Haesanmul Gansig. Resto ini berdiri pada November 2013. Haesanmul Gansig yang dalam bahasa Inggris berarti Seafood Snack ini menyajikan aneka camilan khas Korea. Goenardjoadi Goenawan, si pemilik usaha, mengatakan, resto ini lebih fokus pada kudapan berbagai penganan laut seperti fish balls, crab balls, squid balls, salmon ball, dan kudapan khas Korea seperti gangjon. Anda bisa menemukan resto ini di kawasan hunian dan ruko di Palm Semi, Karawaci. "Saya ingin menyajikan menu seafood yang terjangkau bagi masyarakat," kata dia kepada KONTAN. Niat awal pria yang akrab disapa Goen ini dalam membuka usaha ini adalah untuk membuka peluang bisnis yang aplikatif di Indonesia. Dia melihat kondisi ketika sebelumnya menjabat sebagai vice president director sebuah perusahaan waralaba asing adalah sulitnya investor mendapatkan hak kerjasama waralaba lantaran regulasi yang kurang cocok diterapkan di Indonesia.
Melirik peruntungan gerai kudapan Korea
Demam Korea (Korean Wave) sudah tak terbendung. Tidak hanya industri musik Tanah Air, tren Korea juga menular ke berbagai sektor usaha termasuk kuliner. Lihat saja kini makin banyak bermunculan berbagai brand kuliner khas Negeri Gingseng tersebut. Salah satunya adalah Haesanmul Gansig. Resto ini berdiri pada November 2013. Haesanmul Gansig yang dalam bahasa Inggris berarti Seafood Snack ini menyajikan aneka camilan khas Korea. Goenardjoadi Goenawan, si pemilik usaha, mengatakan, resto ini lebih fokus pada kudapan berbagai penganan laut seperti fish balls, crab balls, squid balls, salmon ball, dan kudapan khas Korea seperti gangjon. Anda bisa menemukan resto ini di kawasan hunian dan ruko di Palm Semi, Karawaci. "Saya ingin menyajikan menu seafood yang terjangkau bagi masyarakat," kata dia kepada KONTAN. Niat awal pria yang akrab disapa Goen ini dalam membuka usaha ini adalah untuk membuka peluang bisnis yang aplikatif di Indonesia. Dia melihat kondisi ketika sebelumnya menjabat sebagai vice president director sebuah perusahaan waralaba asing adalah sulitnya investor mendapatkan hak kerjasama waralaba lantaran regulasi yang kurang cocok diterapkan di Indonesia.