Sebagai makanan tradisional, soto memiliki penggemar setia di berbagai pelosok Nusantara. Penikmat kuliner pun makin dimanjakan dengan pilihan menu soto yang beraneka ragam. Sehingga, tidak salah jika Slamet Riyanto memilih meneruskan bisnis soto keluarga yang ia beri nama Soto Semarang Pak Slamet Ragil. Dia mulai menggunakan merek atas namanya sendiri sejak 2007. Berbekal pengalaman menjalankan usaha soto keluarga yang telah dimulai oleh orangtuanya sejak tahun 1950-an, dan terbukti berkembang hingga kini, maka Slamet dengan percaya diri menawarkan kemitraan Soto Semarang Pak Slamet Ragil pada 2007. Saat ini total cabang Soto Semarang Pak Slamet Ragil mencapai 49 outlet. Perinciannya, satu outlet milik sendiri, dan sisanya milik mitra yang tersebar di berba-gai kota, seperti Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Bekasi, Jakarta, hingga Jambi.
Melirik usaha gerai Soto Semarang Pak Slamet Ragil
Sebagai makanan tradisional, soto memiliki penggemar setia di berbagai pelosok Nusantara. Penikmat kuliner pun makin dimanjakan dengan pilihan menu soto yang beraneka ragam. Sehingga, tidak salah jika Slamet Riyanto memilih meneruskan bisnis soto keluarga yang ia beri nama Soto Semarang Pak Slamet Ragil. Dia mulai menggunakan merek atas namanya sendiri sejak 2007. Berbekal pengalaman menjalankan usaha soto keluarga yang telah dimulai oleh orangtuanya sejak tahun 1950-an, dan terbukti berkembang hingga kini, maka Slamet dengan percaya diri menawarkan kemitraan Soto Semarang Pak Slamet Ragil pada 2007. Saat ini total cabang Soto Semarang Pak Slamet Ragil mencapai 49 outlet. Perinciannya, satu outlet milik sendiri, dan sisanya milik mitra yang tersebar di berba-gai kota, seperti Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Bekasi, Jakarta, hingga Jambi.