Melorot 1,98% Hari Ini (8/7), IHSG Diproyeksikan Turun Lagi Besok (9/7)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

Hari ini, IHSG ditutup anjlok 107,41 poin atau 1,89% ke 5.873,37 pada akhir perdagangan Rabu (8/7/2026). 

Sebanyak 191 saham naik, 482 saham turun dan 116 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 21,63 miliar saham, dengan total nilai Rp 10,22 triliun.


Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG hari ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu reboundnya harga minyak mentah hingga lebih dari 6%. Hal tersebut mendorong terjadinya profit taking setelah IHSG membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut. 

“Selain itu S&P DJI mengumumkan hasil evaluasi yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan, sehingga berpotensi diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 1,89% ke 5.873 pada Rabu (8/7), SMGR, MBMA, AMMN Top Losers LQ45

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat, IHSG bergerak melemah karena adanya review dari S&P Dow Jones Indices yang memasukan Indonesia ke dalam daftar negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi pada 2027.

Penyedia indeks global itu mewanti-wanti bahwa saham Indonesia digeser klasifikasi frontier apabila transparansi dan likuiditas pasar belum terselesaikan. 

“Selain itu serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran membuat harga minyak kembali naik dan membuat inflasi dikhawatirkan akan kembali naik yang membuat The Fed berpotensi akan kembali menaikan suku bunga kembali,” ujarnya kepada Kontan, Rabu.

Alrich berpandangan, melihat perkembangan hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026) dengan level support di support di 5.800 dan resistance di 5.900.

Baca Juga: Pengumuman S&P DJI Memperpanjang Ketidakpastian Pasar, Investor Asing Makin Hati-hati

Sementara, Andhika memperkirakan, pergerakan IHSG akan berpeluang untuk terkoreksi terdekat ke level support 5843-5798 dan resistance di level 5.984 pada perdagangan esok (9/7/2026).

Para pelaku pasar akan bersikap wait and see menunggu risalah rapat The Fed yang dijadwalkan pada Rabu (8/7/2026) waktu AS. 

“Para pelaku pasar menunggu kebijakan suku bunga The Fed berikutnya,” katanya.

Andhika pun merekomendasikan buy on weakness untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Untuk BBCA, level support ada di Rp 5.550 - Rp 4.840 per saham dan resisten di Rp 6.550 - Rp 7.175 per saham. Sedangkan untuk ADRO level support ada di Rp 2.240 - Rp 2.220 per saham dan resisten di Rp 2.350 - Rp 2.400 per saham.

Baca Juga: Bursa Indonesia Masuk Watchlist S&P, Simak Proyeksi IHSG hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News