Lirik lagu Akad dari grup band indie Payung Teduh sepertinya mewakili tren bisnis yang tengah terjadi saat ini. Siapa sangka 10 tahun lalu Yahoo raksasa dunia internet, 10 tahun yang lalu Nokia plus symbian merajai ponsel, 10 tahun yang lalu surat kabar, majalah, dan TV jadi media informasi paling efektif, 10 tahun yang lalu Matahari, Ramayana, Carrefour jadi raja ritel. Tapi saat ini menjadi hari akhir, sendiri. McKinsey (2014) dalam survei global, menemukan bahwa makin banyak CEO yang menjadikan isu keberlanjutan (sustainability issue). Dunia bisnis rupanya semakin menyadari pentingnya inkorporasi program, program keberlanjutan dalam menjalankan sebuah organisasi baik di negara maju serta negara berkembang. Meski terdapat kenaikan jumlah organisasi atau korporasi yang memiliki laporan keberlanjutan (NCSR, 2015), namun organisasi tersebut masih harus mendongkrak keunggulan kompetitif untuk bisa bersaing dengan negara lain. Ini bisa terlihat dari hasil dari Fortune Global 500 tahun 2016, yang menempatkan Pertamina satu-satunya wakil Indonesia.
Memaknai akad ambideksteritas
Lirik lagu Akad dari grup band indie Payung Teduh sepertinya mewakili tren bisnis yang tengah terjadi saat ini. Siapa sangka 10 tahun lalu Yahoo raksasa dunia internet, 10 tahun yang lalu Nokia plus symbian merajai ponsel, 10 tahun yang lalu surat kabar, majalah, dan TV jadi media informasi paling efektif, 10 tahun yang lalu Matahari, Ramayana, Carrefour jadi raja ritel. Tapi saat ini menjadi hari akhir, sendiri. McKinsey (2014) dalam survei global, menemukan bahwa makin banyak CEO yang menjadikan isu keberlanjutan (sustainability issue). Dunia bisnis rupanya semakin menyadari pentingnya inkorporasi program, program keberlanjutan dalam menjalankan sebuah organisasi baik di negara maju serta negara berkembang. Meski terdapat kenaikan jumlah organisasi atau korporasi yang memiliki laporan keberlanjutan (NCSR, 2015), namun organisasi tersebut masih harus mendongkrak keunggulan kompetitif untuk bisa bersaing dengan negara lain. Ini bisa terlihat dari hasil dari Fortune Global 500 tahun 2016, yang menempatkan Pertamina satu-satunya wakil Indonesia.