JAKARTA. Tren camilan takoyaki belum juga hilang. Peluang usaha menu kuliner ala Jepang ini masih terbuka. Selain karena proses pembuatan yang sederhana, usaha ini juga diminati karena modal cukup murah. Seperti halnya kemitraan usaha takoyaki yang ditawarkan oleh Takoyaki 48. Merek takoyaki ini didirikan Noventia Karina Putri di Semarang pada 2014 silam. Sukses membesarkan 4 gerai sendiri, sejak 2015 Takoyaki 48 menawarkan kemitraan. Kini ada dua gerai mitra yang masih aktif. Ada tiga paket kemitraan Takoyaki 48. Yakni, Paket A seharga Rp 13 juta, Paket B senilai Rp 8 juta dan Paket C yang dijual Rp 6 juta. “Beda ketiganya terletak dari model booth dan bahan baku awal,” tutur Noven.
Memanggang hangat laba camilan Takoyaki 48
JAKARTA. Tren camilan takoyaki belum juga hilang. Peluang usaha menu kuliner ala Jepang ini masih terbuka. Selain karena proses pembuatan yang sederhana, usaha ini juga diminati karena modal cukup murah. Seperti halnya kemitraan usaha takoyaki yang ditawarkan oleh Takoyaki 48. Merek takoyaki ini didirikan Noventia Karina Putri di Semarang pada 2014 silam. Sukses membesarkan 4 gerai sendiri, sejak 2015 Takoyaki 48 menawarkan kemitraan. Kini ada dua gerai mitra yang masih aktif. Ada tiga paket kemitraan Takoyaki 48. Yakni, Paket A seharga Rp 13 juta, Paket B senilai Rp 8 juta dan Paket C yang dijual Rp 6 juta. “Beda ketiganya terletak dari model booth dan bahan baku awal,” tutur Noven.