Memantau Perkembangan Masif Nuanu Sebagai Ekosistem Kreatif Terintegrasi di Bali



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nuanu Creative City terus menunjukkan perkembangan masif sebagai ekosistem kreatif terintegrasi di Bali, yang menghadirkan infrastruktur, destinasi gaya hidup, pendidikan, hingga pengembangan hunian. 

Membentang seluas 44 hektare di pesisir barat daya Bali, kawasan ini dirancang sebagai lingkungan yang saling terhubung, tempat dimana para penghuninya dapat tinggal, bekerja, belajar, dan berkembang selaras dengan alam. Dengan komitmen hanya mengembangkan 30% dari total lahan, Nuanu membentuk model baru kehidupan urban yang lebih berkelanjutan.

Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, menyampaikan bahwa Nuanu sejak awal tidak dirancang sebagai proyek properti biasa. Pihaknya memiliki visi menciptakan tempat tinggal terbaik, yang dilengkapi dengan infrastruktur pendukung gaya hidup, pendidikan, hingga ruang komersial.


Dia menjelaskan bahwa konsep tempat tinggal terbaik tidak hanya soal rumah itu sendiri, tetapi lebih menekankan pada kegiatan yang bisa dilakukan di sekitarnya dan kualitas komunitas yang ada di lokasi tersebut.

“Peran pengembang bukan sekadar membangun rumah berkualitas, tetapi juga mengkurasi ekosistem unggul yang, dari perspektif penghuni, memberikan kualitas hidup, dan dari perspektif investor, menciptakan nilai tambah yang tumbuh dari sinergi pariwisata, investasi, dan berbagai kegiatan di Nuanu,” kata Lev dalam keterangannya dikutip Rabu (11/3/2026). 

Baca Juga: DPRD Klungkung Kucurkan Dana Tambahan untuk Optimalkan Pemungutan PHR

Nuanu Real Estate berperan membangun lapisan residensial sebagai fondasi ekosistem ini, di mana setiap hunian dikembangkan seiring pertumbuhan infrastruktur, destinasi gaya hidup, dan ruang komunitas. Hingga 2027, akan ada lebih dari 400 unit residensial dan hospitality siap diserahterimakan di kawasan ini. 

Saat ini, Nuanu mengelola 12 proyek hunian dan satu hotel investasi, dengan skema hak milik dan sewa. Beberapa proyek sudah menunjukkan progres signifikan, seperti The Collection Vol. 1 dan Ecoverse yang ditargetkan rampung kuartal I 2026, serta OXO The Pavilions dan Flower Estates yang telah memasuki tahap konstruksi pasca-groundbreaking.

Adapun proyek terbaru di kawasan ini adalah Flower Estates menghadirkan 28 vila yang menggabungkan orangerie Eropa dengan lanskap tropis Bali, dipasarkan mulai Rp8,4 miliar, dengan taman privat sebagai elemen utama pengalaman tinggal. 

Proyek lain meliputi Black Sands Oasis, vila dan studio hak sewa bergaya desert modernism, serta The Sense, hunian komunitas untuk kreator, wirausahawan, dan profesional. Sementara itu, X Hotel, hotel investasi pertama Nuanu, dijadwalkan memasuki tahap arsitektural akhir April dengan target serah terima kuartal I 2027.

Sutala, Destinasi Kuliner Baru

Seiring pengembangan residensial, Nuanu terus memperluas ekosistemnya melalui distrik dan inisiatif yang mendukung kehidupan sehari-hari. Salah satu proyek strategis terbaru adalah Sutala, distrik kuliner dan gaya hidup di Nuanu Creative City, yang dirancang untuk menyatukan restoran, budaya, dan interaksi sosial dalam lingkungan yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.

Sutala akan dikembangkan di atas area seluas 17.000 m², direncanakan menampung lebih dari 60 tenant terkurasi, memadukan berbagai pengalaman kuliner dan gaya hidup dalam satu destinasi yang dinamis.

Conrad, Director of Sutala, menjelaskan bahwa distrik ini mencerminkan evolusi kuliner modern, di mana orang kini tidak hanya mencari makanan, tetapi juga lokasi, suasana, dan komunitas. “Sutala dirancang untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang terhubung dengan budaya, kreativitas, dan dinamika keseharian, dengan ambisi menjadi destinasi gastronomi terdepan di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesian Paradise Property Maksimalkan Lebaran untuk Dongkrak Kinerja Hospitality

Sutala dijadwalkan akan soft launching pada akhir 2026. Conrad bilang, pihaknya aktif mengundang restoran top Indonesia serta nama-nama kuliner terkenal dari Asia Tenggara untuk bergabung. 

Selain menghadirkan fasilitas pendukung gaya hidup, Nuanu juga menghadirkan fasilitas pendidikan dan  menjadi pilar utama ekosistem kawasan.  Setelah ProEd Global School hadir di kawasan ini, Nuanu kini berkolaborasi dengan Genius Group Limited menghadirkan Genius City, platform pendidikan inovatif yang menggabungkan pembelajaran masa depan, kewirausahaan, dan keterampilan teknologi.

Genius City menjembatani akademik dan penerapan nyata, menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving. Tahap pertama menghadirkan pendidikan berbasis AI terintegrasi kurikulum Cambridge untuk siswa SD dan SMP, diikuti pembangunan education hub untuk program SMA, korporasi, dan lifelong learning.

Lev menegaskan bahwa  Nuanu berkomitmen menjadikan setiap pengalaman belajar bermakna. “Nuanu ibarat sekolah seluas 44 hektare—penghuni mendapat akses sekolah internasional, proyek inovatif, dan talenta yang siap berbagi keahlian.” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News