KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak dunia diperkirakan kembali meningkat pada pembukaan perdagangan Senin (16/3/2026), seiring perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga. Konflik ini meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi serta membuat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz tetap tertutup, memicu gangguan pasokan minyak terbesar di dunia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg. Ancaman tersebut mendapat respons keras dari Teheran yang menyatakan akan melakukan pembalasan lebih lanjut. Harga minyak mentah berjangka Brent crude oil dan West Texas Intermediate telah melonjak tajam dan mengguncang pasar keuangan global. Kedua kontrak tersebut telah naik lebih dari 40% sepanjang bulan ini, mencapai level tertinggi sejak 2022.
Memasuki Pekan Ketiga Perang AS-Israel Melawan Iran, Harga Minyak Berpotensi Naik
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak dunia diperkirakan kembali meningkat pada pembukaan perdagangan Senin (16/3/2026), seiring perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga. Konflik ini meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi serta membuat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz tetap tertutup, memicu gangguan pasokan minyak terbesar di dunia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg. Ancaman tersebut mendapat respons keras dari Teheran yang menyatakan akan melakukan pembalasan lebih lanjut. Harga minyak mentah berjangka Brent crude oil dan West Texas Intermediate telah melonjak tajam dan mengguncang pasar keuangan global. Kedua kontrak tersebut telah naik lebih dari 40% sepanjang bulan ini, mencapai level tertinggi sejak 2022.