Member MarkAI laporkan dugaan penipuan robot trading ke Polisi, ini kronologi kasus



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Member Mark AI, perusahaan robot trading MarkAI akhirnya benar-benar melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan MarkAI ke Polda Metro Jaya, Rabu (20/10). 

MarkAI, aplikasi buatan PT Teknologi Investasi Indonesia itu diduga melakukan penipuan investasu alias scam serta menjalanjan skema multi level marketing atau member get member ke calon investornya. 

Dengan skema piramida, anggota mengajak orang sebanyak-banyak untuk meraih keuntungan berjenjang. Tak hanya itu saja, Mark AI selama ini dikenal sebagai layanan robot trading yang menawarkan berbagai paket investasi. Investasi sepenuhnya dilakukan oleh robot.


Merujuk ke halaman website saat masih bisa diakses, MarkAI mengklaim akan memberikan keuntungan konsisten sebesar 15%-45% per bulan, para investor hanya perlu duduk manis, dan robot trading milik MarkAI yang akan menyelesaikan semuanya.

Salah satu korban yang minta disebut Duta menyebut bahwa anggota MarkAI berkisar 400.000 sampai 500.000 orang. Duta  memiliki sekitar 300 member dengan setoran dana beragam. Dari grupnya, “Kerugian di anggotanya saya berkisar Rp 1 miliar,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga menipu lewat robot trading, inilah jejak MarkAI dan petingginya

KONTAN mencoba merangkai dari cerita korban serta dari tangkapan layar pengumuman MarkAI di grup WhatsApp, telegram, serta Facebook yang menjadi wadah member MarkAi berkomunikasi 

Begini kronologinya:

Tanggal 14 Oktober 2021.

Member mendapati aplikasi  MarkAI tak bisa diakses, baik untuk melakukan penambahan dana alias top up berikut penarikan atau withdraw 

Pengelola aplikasi  lantas membuat pengumuman bahwa aplikasi ditutup sementara karena sistem forex sedang bermasalah. Para nasabah tidak bisa melakukan setoran atau top up maupun penarikan dana investasi.

Pada Jumat 15 Oktober, aplikasi MarkAI masih tetap tak bisa diakses.  Pengelola aplikasi yang bernama Johan dalam pengumumannya di Facecook, WhatsApp Group dan Telegram menyebut bahwa mereka akan kembali beroperasi pada Senin, 18 Oktober 2021. 

Tanggal 16 Oktober 2021

Member makin panik lantaran beredar di grup para member bahwa kantor MarkAI yang berlokasi di Voza Premium Office Unit 16D Jl. Mayjen HR. Muhammad No. 31, Sonokwijenan, Kec. Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa timur 60189, Surabaya, Jawa Timur kosong.

MarkAI lantas mengeluarkan pengumuman isinya meminta anggota tenang dan berpikir rasional.

Kantor kosong lantaran Mark AI menerima pemberitahuan dari manajemen senior MarkAI, yang khawatir anggota akan kehilangan akal. Nah, demi keselamatan karyawan MARK, mereka dievakuasi sementara dari kantor.

MARK AI juga berjanji akan aktif bekerja sama dengan pihak berwenang, dan akan kembali normal sebelum hari Senin. Karyawan MARK juga akan bekerja secara normal. Untuk itu, semua anggota diminta untuk tidak menyebarkan emosi negatif.

Pengumuman ini tak membuat kepanikan member mered. Mereka tetap meminta kepastian nasib dananya, mereka juga mempertanyakan tak bisa menarik dana dan melakukan top up.

MarkAI lantas membuat peryataan pada siang hari di tanggal yang sama;

1. Mohon maaf untuk memberitahukan pada semua member mark ai , dikarenakan dana dari platform ilegall sunton mengalir masuk ke saluran dana MarkAI. Tapi kami membutuhkan waktu , saluran penukaran tidak dapat menukarkan ke rupiah dalam jumlah besar dalam waktu singkat ini untuk menjaminkan bahwa setiap WD member mark ai dapat diterima tepat pada waktu.

Perusahaan akan menggunakan semua dana yang bisa di mobilisasikan untuk proses pengajuan withdraw semua member secepat mungkin. Berharap semua keluarga bisa mengerti, kalau MARK AI kehilangan kepercayaan dan dukungan dari semuanya , kemungkinan besar perusahaan akan bangkrut karena masalah aliran dana dan pelaporan yang tidak rasional oleh customer.

Tapi, kami menerima kenyataan dan juga bersedia menanggung segala konsekuensi nya. Disini saya ingin semua keluarga mengerti, bahwa hidup dan mati mark ai itu di tangan setiap keluarga mark ai.

Kalau perusahaan masih bisa terus beroperasi dengan sehat , mark ai bersedia mengeluarkan semua profit perusahaan untuk menjamin keamanan akun dan dana setiap member.

Tapi syaratnya adalah kita harus bertahan dan melewati krisis ini , berharap semuanya bisa mengerti, keputusan masa depan mark ai ada di tangan semua keluarg. Kalau semuanya bisa mendukung perusahaan melewati krisis ini , mark ai akan ada masa depan yang lebih baik. Minta semua member keluarga mark ai untuk mengerti .MARK AI akan melanjutkan setoran normal dan WD besok. Harap komunikasikan kepada setiap anggota tim, apakah perusahaan dapat bertahan dari kesulitan ini, tergantung pada kepercayaan dan dukungan masing-masing anggota terhadap MARK AI

Tanggal 17 Oktober 2021

Aplikasi MarkAI dan web MarkAI raib, dengan tulisan error 504 sehingga member tak bisa mengakses. 

Namun di grup-grup member keluar pengumuman yang dikeluarkan Mark AI yang tergabung di grup yang umumnya sebagai administratornya. 

Isinya sebagai berikut:

1.Karena penyebaran kepanikan telah menyebabkan sejumlah besar member yang jumlahnya ratusan ribu melakukan Withdrawal (penarikan uang) secara bersamaan. 2.Tekanan opini publik telah menyebabkan saluran perusahaan mengalami tekanan besar, ratusan ribu member melakukan WD disaat yang sama, bank manapun tidak bisa menahan dampak sebesar ini. 3.Semoga semua member mark ai bisa rasional, evakuasi staff perusahaan karena takut adanya perilaku irasional oleh member yang ekstrim, disini dengan tulus kami mengucapkan permintaan maaf pada semua member keluarga mark ai,” bunyi pengumuman lainnya 4.Berharap semua keluarga bisa mengerti , kalau mark ai kehilangan kepercayaan dan dukungan dari semuanya , kemungkinan besar perusahaan akan bangkrut karena masalah aliran dana. 5.Disini saya ingin semua keluarga mengerti, bahwa hidup dan mati mark ai itu di tangan setiap keluarga mark ai, kalau perusahaan masih bisa terus beroperasi dengan sehat, mark ai bersedia mengeluarkan semua profit perusahaan untuk menjamin keamanan akun dan dana setiap member, tapi syaratnya adalah kita harus bertahan dan melewati krisis ini.

Lantas salah seorang member Mark AI bernama Dahlan Miradana Zebua membuat petisi Tangkap Petinggi Mark AI melalui laman change.org Hingga Rabu, 20 Oktober 2021 malam pukul 19.05 WIB, telah terhimpun 10.027 yang memberikan tandatangan dukungan.  

19 Oktober 2021

Sebagian member yang menyatakan diri sebagai korban penipuan mendatangi Mabes Polri. Diperoleh informasi jika laporan dugaan penipuan harus memenuhi sejumlah syarat, antara lain pembuktian dari seluruh member kerugian minimal sebesar Rp 25 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Titis Nurdiana