KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memberdayakan kaum marginal dengan memberikan pelatihan bisnis agar bisa menghasilkan produk yang punya nilai jual tinggi tak langsung menyelesaikan masalah. Pemilik usaha pemberdayaan sosial atau sosiopreneur ini tetap memiliki kendala yang harus mereka selesaikan. Dewi Nur Cahyaningsih, pendiri Dynamic Learning, usaha sosial atau sosiopreneur yang memberdayakan kaum marginal, itu menilai bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah soal produksi. Dewi mengaku ingin memiliki konveksi sendiri sehingga dapat lebih mengembangkan ekonomi kreatif bagi para kaum marginal yang dia bina. Namun, membangun bisnis konveksi tidak langsung menyelesaikan masalah. Karena dia mesti merangkul menumbuhkan jiwa berdaya kepada mereka. Ia ingin menularkan pemikiran kreatif agar menghasilkan produk bernilai tinggi.
Memberdayakan kaum marginal lewat pelatihan dan bisnis (2)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memberdayakan kaum marginal dengan memberikan pelatihan bisnis agar bisa menghasilkan produk yang punya nilai jual tinggi tak langsung menyelesaikan masalah. Pemilik usaha pemberdayaan sosial atau sosiopreneur ini tetap memiliki kendala yang harus mereka selesaikan. Dewi Nur Cahyaningsih, pendiri Dynamic Learning, usaha sosial atau sosiopreneur yang memberdayakan kaum marginal, itu menilai bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah soal produksi. Dewi mengaku ingin memiliki konveksi sendiri sehingga dapat lebih mengembangkan ekonomi kreatif bagi para kaum marginal yang dia bina. Namun, membangun bisnis konveksi tidak langsung menyelesaikan masalah. Karena dia mesti merangkul menumbuhkan jiwa berdaya kepada mereka. Ia ingin menularkan pemikiran kreatif agar menghasilkan produk bernilai tinggi.