Tak hanya nikmat, mengudap sup buntut juga menyegarkan. Tak heran, bila menu ini terbilang cukup favorit. Lantaran banyak penggemar, bisnis sup buntut pun juga mendatangkan untung lumayan. Makanya, banyak yang mengadu nasib di bisnis sup buntut ini. Salah satunya adalah Eddus Damanhuri yang mengusung brand Sup Buntut Bang Hadji di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Usaha yang berdiri tahun 2010 ini mulai menawarkan kemitraan di tahun 2012 ini. Saat ini, cabang Sup Buntut Bang Hadji sudah ada tiga. Rinciannya dua milik mitra dan satu milik sendiri. "Sebelumnya kami pernah punya enam cabang," kata Eddus. Namun, beberapa pecah kongsi sehingga ada yang tutup. Pemicunya, kata Eddus, mitra yang pecah kongsi itu tidak mau membeli bumbu darinya. Alhasil, karena rasanya beda dengan racikan bumbunya, pelanggannya terus berkurang. "Sehingga akhirnya tutup," ujar Eddus.
Membuntuti peluang Sup Buntut Bang Hadji
Tak hanya nikmat, mengudap sup buntut juga menyegarkan. Tak heran, bila menu ini terbilang cukup favorit. Lantaran banyak penggemar, bisnis sup buntut pun juga mendatangkan untung lumayan. Makanya, banyak yang mengadu nasib di bisnis sup buntut ini. Salah satunya adalah Eddus Damanhuri yang mengusung brand Sup Buntut Bang Hadji di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Usaha yang berdiri tahun 2010 ini mulai menawarkan kemitraan di tahun 2012 ini. Saat ini, cabang Sup Buntut Bang Hadji sudah ada tiga. Rinciannya dua milik mitra dan satu milik sendiri. "Sebelumnya kami pernah punya enam cabang," kata Eddus. Namun, beberapa pecah kongsi sehingga ada yang tutup. Pemicunya, kata Eddus, mitra yang pecah kongsi itu tidak mau membeli bumbu darinya. Alhasil, karena rasanya beda dengan racikan bumbunya, pelanggannya terus berkurang. "Sehingga akhirnya tutup," ujar Eddus.