Memburu Cuan dari Pergerakan Saham Lapis Kedua dan Ketiga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham-saham lapis kedua dan ketiga mulai bertaji. 

Hal itu terlihat dari pergerakan saham emiten lapis kedua dan ketiga yang tercermin dalam indeks IDX SMC Liquid dan IDX SMC Composite.

Pada penutupan perdagangan bursa Selasa (28/3), indeks IDX SMC Liquid dan IDX SMC Composite melaju dengan kenaikan masing-masing 2,07% dan 1,41% dibanding hari sebelumnya. 


Namun, secara tahunan, kinerja kedua indeks tersebut masih minus masing-masing 2,55% dan 4,22%.

Baca Juga: Laba Bumi Resources (BUMI) Melesat 213% pada 2022

Pengamat pasar modal dan Founder WH Project William Hartanto mengamati, pelemahan indeks SMC di sepanjang tahun 2023 berjalan ini masih terbilang wajar. 

Kedua indeks SMC terseret penurunan harga beberapa saham berbobot besar, seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO). Selain itu, saham emiten konstruksi BUMN ikut menjadi pemberat indeks. 

 
ARTO Chart by TradingView

"Masih ada tekanan di tahun ini, khususnya selama saham-saham berbobot besar di indeks ini masih menurun," kata William, Selasa (28/3).

Meski begitu,William menilai saham lapis kedua dan ketiga masih menarik. 

Menurut dia, saham second liner dan third liner menyimpan potensi reward relatif tinggi.

Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Saham Pilihan Ajaib Sekuritas, Rabu (29/3)

William menjagokan saham AKRA, BSDE, DOID, DSNG, ITMG, MPMX dan SIDO

Sementara itu, Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengingatkan, meski punya prospek menarik, investor tetap harus lebih selektif memilah saham dan menentukan momentum time to buy.

Nico merekomendasikan buy saham GGRM, ERAA, MAPI dan JSMR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli