Memesan laba dari bisnis pesan antar



Bisnis pesan antar biasanya menyatu dengan usaha restoran. Namun, Matur Tengkyu asal Yogyakarta memiliki konsep sebaliknya. Mereka justru mengibarkan bisnis pesan antar dulu, baru setelah sukses membuka kedai untuk makan di tempat.

Tri Prasetyo, pengelola Matur Tengkyu, bilang, sudah melakoni bisnis pesan antar ayam panggang dan gurami bakar sejak 14 Desember 2006, dengan membuka gerai di Jl Ki Penjawi, Yogyakarta.

Kenapa tidak membuka kedai sekalian? Tri melihat beberapa restoran tutup dalam dua tahun sejak beroperasi karena besarnya biaya perawatan. Makanya, "Kami melakukan yang sebaliknya, Matur Tengkyu dioperasikan di rumah dengan biaya perawatan yang lebih murah," katanya.


Pasar utama bisnis pesan antar Matur Tengkyu, Tri mengatakan, adalah perusahaan dan keluarga terutama paket nasi boks, ayam panggang utuh, dan gurami bakar.

Tri sempat membuka dua gerai pesan antar lagi di Maguwoharjo dan Glagahsari, Yogyakarta. Tapi, dua cabang itu sekarang sudah tutup. Alasan Tri, pesanan di gerai utama di Jalan Ki Penjawi sangat banyak. "Maka untuk sementara waktu gerai kedua dan ketiga kami hentikan dulu," dalih Tri. Dia berencana membuka kedua kedai tersebut pada 20 Desember 2010 nanti.

Dengan konsep pesan antar selama ini saja, Matur Tengkyu bisa mendulang omzet antara Rp 60 juta-Rp 70 juta per bulan. Jika sedang ramai, kedai ini bisa menjual 200 nasi boks per hari. Catatan saja, harga nasi kotak Matur Tengkyu Rp 50.000 per boks.

Rasa dan layanan

Selama ini, Matur Tengkyu mengusung dua menu andalan, yakni ayam panggang dan gurami bakar. Tri mengklaim, keunggulan lain usahanya adalah kecepatan layanan. Dia mencontohkan, Matur Tengkyu bisa menyediakan 100 nasi boks dalam waktu dua jam, dan pengantaran pesanan tidak dipungut biaya.

Tawaran menjadi mitra pun datang. Akhirnya, Tri melalui CV Matur Tengkyu Internasional mulai menawarkan waralaba pada 12 November 2010 lalu. Hingga kini, sudah ada tiga terwaralaba. Setelah setahun memakai sistem pesan antar, mitra bisa meningkatkan usahanya dengan membuka restoran untuk melayani pelanggan mereka yang ingin makan di tempat.

Mitra Matur Tengkyu membuka gerai di kawasan Ciledug, Bumi Serpong Damai, dan Jakarta Barat. Saat ini, Matur Tengkyu juga sedang memproses permintaan waralaba di daerah Jambi, Batam, Bekasi, dan Cikarang.

Untuk menjadi mitra Matur Tengkyu butuh investasi awal sebesar Rp 190 juta. Dana paling besar tersedot untuk pengadaan kendaraan pesan antar hingga Rp 102 juta. Sebenarnya, "Untuk awalnya, dua motor pun cukup," kata Tri. Dengan jumlah kendaraan yang lebih sedikit, nilai investasi awal bisa ditekan.

Biaya investasi juga sudah termasuk peralatan kerja dan kantor, interior dan eksterior, stok barang, modal operasional atau kas awal, serta biaya waralaba sebesar Rp 15 juta untuk lima tahun. "Tidak menutup kemungkinan jika terwaralaba langsung menembak pasar restoran," ujar Tri. Nah, untuk mitra yang ingin langsung membuka paket resto plus pesan antar, biaya waralabanya sebesar Rp 25 juta untuk lima tahun.

Menurut Tri, terwaralaba bisa mencetak omzet antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta di bulan-bulan awal. Setelah itu, minimal pendapatan di atas Rp 50 juta sebulan.

Terwaralaba juga bisa mendapatkan bahan baku awal dari lokasi sekitar. Namun, untuk bumbu, boks kemasan, dan materi brosur iklan langsung dari pusat. Saban bulan, mitra harus membayar biaya royalti sebesar 2,5% dari omzet bulanan. "Kami menargetkan 300 titik Matur Tengkyu tahun depan," ujar Tri. CV Matur Tengkyu Internasional Jl Ki Penjawi 5Kotagede, Yogyakarta Telp. 0274-4436901

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Johana K.