Memilih Dialog, China Sebut Bentrokan dengan AS akan Jadi Bencana Besar



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Menteri Pertahanan China Li Shangfu mengatakan, konflik dengan Amerika Serikat akan menjadi bencana besar. Akan tetapi, China mengupayakan dialog daripada konfrontasi.

Melansir Reuters, berbicara dalam kegiatan International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue ke-20 di Singapura, Li mengatakan dunia cukup besar bagi China dan AS untuk tumbuh bersama. Pernyataan itu dibuat beberapa hari setelah dia menolak untuk bertemu dengan mitranya dari AS untuk pembicaraan langsung.

"China dan AS memiliki sistem yang berbeda dan berbeda dalam banyak hal lainnya," katanya dalam pidato yang menandai pidato internasional penting pertamanya sejak dia diangkat menjadi Menteri Pertahanan Nasional China pada bulan Maret.


Dia menambahkan, “Namun, ini seharusnya tidak menghalangi kedua belah pihak untuk mencari titik temu dan kepentingan bersama untuk menumbuhkan hubungan bilateral dan memperdalam kerja sama.” 

Shangfu juga bilang, tidak dapat disangkal lagi bahwa konflik atau konfrontasi yang parah antara China dan AS akan menjadi bencana yang tak tertahankan bagi dunia.

Baca Juga: Menegangkan! Kapal Perang China Potong Jalur Kapal Perusak AS di Selat Taiwan

Hubungan Washington-Beijing

Hubungan antara Washington dan Beijing sangat tegang karena berbagai masalah, termasuk Taiwan yang diperintah secara demokratis, sengketa wilayah di Laut China Selatan, dan pembatasan ekspor chip semikonduktor oleh Presiden Joe Biden.

Ketika para delegasi di KTT memperdebatkan risiko kecelakaan dan kesalahan perhitungan di tengah ketegangan itu, Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak China melakukan manuver "tidak aman" di dekat kapal perang AS di Selat Taiwan pada hari Sabtu. AS juga menyoroti bahaya dari aksi China tersebut.

Sementara, militer China mengkritik Amerika Serikat dan Kanada karena sengaja memprovokasi setelah kapal perang mereka melakukan pelayaran bersama yang jarang terjadi melalui selat yang sensitif itu.

Komando Indo-Pasifik AS mengatakan bahwa kapal-kapal AS dan Kanada beroperasi secara rutin dan berada di bawah kebebasan laut lepas.

Baca Juga: Kapal Pendarat Pasukan Amfibi China Terlihat di Pantai Timur Taiwan

Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand mengatakan bahwa Kanada akan terus berlayar di mana hukum internasional mengizinkan, termasuk Selat, dan bahwa "para pelaku di kawasan ini harus terlibat secara bertanggung jawab".

Dalam pidatonya, Li mengatakan China tidak akan membiarkan patroli kebebasan navigasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya menjadi dalih untuk melakukan hegemoni navigasi.

Setelah sambutannya, cendekiawan regional berulang kali bertanya kepada Li tentang insiden tersebut serta penyebaran maritim China yang luas di Laut China Selatan yang disengketakan. Dia tidak menjawabnya secara langsung, dengan mengatakan tindakan negara-negara di luar kawasan meningkatkan ketegangan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie