Memiliki bisnis unik, begini rekomendasi saham Astra Graphia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Booming perusahaan start-up bidang financial technology (fintech) di Indonesia dapat menjadi peluang bagi PT Astra Graphia Tbk (ASGR) untuk memaksimalkan kinerja lini bisnis solusi teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki ASGR.

Analis Phintaraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, ASGR memiliki fundamental yang kuat. Dan diantara emiten-emiten sektor ini yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASGR relatif lebih likuid. Catatan Valdy, harga saham ASGR menguat 19,23% dari semester I 2018.

Menurut Valdy, penguatan harga saham ASGR tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan semester I tahun ini yang relatif baik. Di periode itu, laba bersih ASGR tumbuh 23 % menjadi Rp 88 miliar. "Investor dapat memanfaatkan volatilitas harga saham yang relatif signifikan untuk mengoptimalkan capital gain dalam jangka pendek". Kata Valdi kepada Kontan.co.id, Selasa (4/9)


Aditya perdana Putra, analis Indovest Semesta Sekuritas sependapat, ASGR memiliki fundamental cukup baik. Dia meilihat, ASGR mengalami pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang kuartal II 2018. "Tinggal dilihat di kuartal III dan kuartal IV. Tapi biasanya jika dikuartal II sudah bagus, ke depan akan bagus juga," Kata Adit (4/9). Hanya saja, Adit bilang, saham ini tidak likuid sehingga sulit untuk diperdagangkan.

Sementara Kepala Riset Narada Management Kiswoyo Adji Joe menuturkan ASGR memiliki manajemen yang bagus, sehingga tahun ini kinerjanya lebih baik. Menurutnya, ASGR merupakan emiten dengan sektor yang unik, sehingga tidak memiliki saingan. "Jual printer dam produk IT ini sangat unik beda dari yang lain," kata Kiswoyo.

Ia merekomendasikan buy saham ASGR dengan target harga Rp 2.000 per saham untuk 12 bulan kedepan. Namun Kisowoyo menyarankan agar Investor tetap berhati-hati karena saham ASGR kurang likuid. Selasa (4/9), harga saham ASGR berakhir di level Rp 1.550 per saham atau sama dengan hari sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat