Memperkuat Bisnis Karet, PTPN III Bidik Porsi Produk Premium hingga Mencapai 70%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah perubahan pasar komoditas global, industri karet menghadapi tantangan menjaga profitabilitasl. Kondisi tersebut mendorong produsen tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk serta efisiensi pengelolaan kebun.

Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III menyiapkan strategi untuk memperkuat bisnis karet. Holding Perkebunan Nusantara itu menargetkan porsi produksi bahan baku karet berkualitas premium mencapai 70% serta menata lebih dari 87.000 hektare kebun karet produktif.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III, Rizal H. Damanik mengatakan, transformasi bisnis karet tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan volume produksi.


Daya saing perusahaan juga ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan dan menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

"Kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat. Sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujar Rizal dalam keterangannya, Sabtu (8/8). 

Baca Juga: Kemenpar Tertibkan Sistem Online Travel Agent Asing, Akomodasi Ilegal Bisa Ditindak

Untuk meningkatkan nilai jual, PTPN Group akan memperbesar komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium. Seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio 70%.

Strategi tersebut untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional dan menjaga profitabilitas bisnis karet.

Dari sisi perkebunan, PTPN Group melakukan penataan dan klasterisasi terhadap lebih dari 87.000 hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing.

Kebun dengan produktivitas tinggi akan dijadikan acuan praktik pengelolaan. Sementara kebun yang telah memasuki fase akhir produktivitas akan dioptimalkan nilai ekonominya sebelum masuk program peremajaan.

Perusahaan juga menerapkan prinsip diagnosis before decision dalam menentukan kebijakan teknis di perkebunan. Pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia akan dilakukan berdasarkan analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga kesehatan tanaman, memperpanjang umur produktif kebun, serta mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang.

PTPN Group juga akan memperkuat pemanfaatan riset dan data dalam pengelolaan kebun.  Transformasi bisnis karet tersebut menjadi bagian dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN III periode 2025–2029. Perusahaan juga mendorong penerapan precision farming, penguatan riset dan inovasi, hilirisasi komoditas, serta kemitraan dengan petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News