Memperkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa, Amartha Luncurkan Amartha Empower



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semangat gotong royong masyarakat Indonesia terus menguat. Beberapa tahun terakhir, laporan World Giving Index menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia.

Di tengah tingginya partisipasi masyarakat dalam membantu sesama, pemanfaatan donasi masyarakat semakin berkembang dari bantuan darurat menjadi dukungan bagi berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. 

Maka, Amartha Financial meluncurkan Amartha Empower. Ini adalah portal penggalangan donasi dan zakat yang berada di bawah  Amartha.org. Lembaga tersebut merupakan yayasan yang dibangun Amartha untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digitalnya.


Peluncuran Amartha Empower menjadi langkah terbaru Amartha memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perdesaan. Inisiatif ini setelah 16 tahun pengalaman Amartha dalam melayani lebih dari 3,7 juta pelaku usaha mikro di lebih dari 50.000 desa. Sekaligus memperluas dampak pemberdayaan melalui partisipasi publik dalam bentuk donasi, zakat, dan sedekah.

Baca Juga: Prabowo Dorong Pemberdayaan UMKM dan Kerja Sama Lawan Kejahatan Lintas Batas di APEC

Aria Widyanto, Chairman Amartha.org menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2010, Amartha mengembangkan model gotong royong dengan menghubungkan investor dan jutaan UMKM perempuan di perdesaan melalui akses permodalan.

"Dengan dukungan jaringan Amartha yang telah menjangkau lebih dari 50.000 desa, kontribusi publik akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat desa memperkuat usaha, memulihkan penghidupan, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Aria, dalam rilis ke Kontan.co.id, Kamis (26/3). 

Amartha Empower telah mendapat izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sejak 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penetapan ini memungkinkan Amartha Empower menghimpun serta menyalurkan zakat, donasi, dan sedekah secara lebih terstruktur. Sekaligus memperluas akses masyarakat dalam berkontribusi pada berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial di perdesaan.

Amartha Empower menjalankan program pemulihan pascabanjir di Aceh dan Sumatra. Dari dana yang terhimpun sekitar Rp 2,5 miliar, Amartha Empower menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 mitra UMKM terdampak, renovasi sekolah, penyediaan air bersih, layanan dapur umum, perlengkapan tidur dan kebersihan, serta pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak-anak. 

Saluran irigasi yang rusak kini kembali mengaliri 53 hektare sawah dan 30 hektare ladang milik 735 warga di Kabupaten Agam. "Beberapa bulan ke depan, pemulihan ini diperkirakan dapat menghidupkan kembali aktivitas pertanian dengan potensi nilai panen hingga Rp3,8 miliar,” kata Aria. 

Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak inisiatif pemberdayaan masyarakat dapat terwujud melalui Amartha Empower. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News