KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, namun tetap memperhatikan kualitas kredit. Strategi ekspansi yang selektif menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat sekaligus menekan risiko pembiayaan bermasalah. PT Bank Hibank Indonesia (hibank) misalnya, mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit setelah bergabung dengan BNI Group. Portofolio kredit hibank meningkat 301,1% dari Rp 3,16 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 12,68 triliun per Juni 2026. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat 155,1%, dari Rp 1,05 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 2,69 triliun pada Juni 2026.
Memperkuat Transformasi Bisnis, hibank Menargetkan Pertumbuhan Berkualitas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, namun tetap memperhatikan kualitas kredit. Strategi ekspansi yang selektif menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat sekaligus menekan risiko pembiayaan bermasalah. PT Bank Hibank Indonesia (hibank) misalnya, mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit setelah bergabung dengan BNI Group. Portofolio kredit hibank meningkat 301,1% dari Rp 3,16 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 12,68 triliun per Juni 2026. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat 155,1%, dari Rp 1,05 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 2,69 triliun pada Juni 2026.