Mempermudah Strategi Dollar Cost Averaging, Moduit Gandeng BCA Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mempermudah nasabah berinvestasi rutin setiap bulan, Moduit menggandeng BCA Digital lewat produk blu melengkapi layanan dengan fitur autodebit. Dengan dana minimal, investor sudah bisa memulai investasi secara disiplin. 

Untuk mulai berinvestasi di pasar modal, investor  tidak harus punya dana langsung bernilai besar. Investasi juga bisa dilakukan dengan nilai sesuai kemampuan investor namun dilakukan secara rutin. Strategi tersebut biasa disebut dengan dollar cost averaging (DCA). DCA diartikan sebagai strategi menyisihkan penghasilan secara rutin dengan nominal yang sama secara berkala untuk diinvestasikan, misalnya setiap bulan. Strategi ini tanpa memperhatikan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih).

Head of Research Moduit, Manuel Adhy Purwanto mengatakan, strategi DCA membuat investor lebih disiplin dalam berinvestasi. Selain itu juga dapat  mengurangi risiko pasar terutama untuk instrumen investasi yang memiliki volatilitas tinggi seperti reksadana saham.


Baca Juga: Simak Prospek & Strategi Investasi Reksadana Saham dan Reksadana Campuran

"Dengan melakukan DCA, investor akan mendapatkan harga rata-rata dari investasi yang dilakukan secara rutin tanpa memperdulikan naik turunnya harga. Strategi ini terbukti baik untuk investasi jangka panjang dan mampu menghindarkan investor dari kecemasan dan kepanikan. Alhasil DCA membantu investor untuk berinvestasi secara berkala sehingga tetap fokus dengan tujuan investasi," terang Adhi, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Senin (19/2).

Sebagai langkah awal, saat ini produk investasi yang tersedia dalam layanan autodebit ini adalah reksadana. Produk reksadana di Moduit dapat dibeli dengan dana mulai Rp 10.000, tergantung dari pilihan produk yang dipilih oleh investor.

Sebelum memutuskan pilihan, investor harus mengetahui profil risiko dan tujuan investasi mereka. Sehingga produk reksadana yang dipilih dapat memberikan hasil yang optimal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian