KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diabetes merupakan salah satu isu kesehatan paling mendesak di Indonesia. Jumlahnya terus meningkat dan berdampak pada jutaan nyawa. Saat ini, diperkirakan 19,5 juta orang hidup dengan diabetes. Dan diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045. Tren yang terus meningkat ini menjadikan diabetes salah satu dari tiga penyebab kematian terbesar di Indonesia, memperlihatkan kebutuhan mendesak akan strategi pengelolaan dan pencegahan yang efektif. Prevalensi diabetes yang meningkat di Indonesia dan tantangan dalam pengelolaannya menjadi indikasi penting penanganan yang komprehensif dan dukungan kesejahteraan bagi orang dengan diabetes.
dr Rulli Rosandi, ahli endokrinologi menyampaikan, skrining diabetes secara dini dan teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi parah. "Deteksi dini memungkinkan pengelolaan diabetes yang lebih efektif, meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien. Pemantauan rutin membantu menyesuaikan pengobatan, mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi risiko kesehatan jangka panjang," katanya, Kamis (14/11). Studi American Diabetes Association's Clinical Compendia Series menyoroti, pemantauan glukosa darah merupakan dasar dari pengelolaan diabetes, yang menjadi basis data penting untuk pengambilan keputusan terkait diet, olahraga, dan pengobatan. Hal ini berkontribusi pada kontrol glikemik yang lebih baik dan lebih sedikit komplikasi. Dengan menjaga kadar gula darah secara optimal, orang dengan diabetes dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dan secara efektif mampu mengelola tantangan fisik serta emosional yang diakibatkan kondisi ini. Baca Juga: Selamat Hari Diabetes Sedunia, Inilah Tips Mencegah Diabetes Sejak Dini