Menakar Arus Dana Asing di Tengah Pengumuman MSCI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor pasar modal Indonesia tengah menanti hasil review penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan diumumkan pada 13 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB.  

Pengumuman ini menjadi salah satu katalis penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan arus dana asing di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Co-Founder Alphagate Capital dan Former Chief Indonesia Strategist of J.P. Morgan Henry Wibowo mengatakan reaksi pasar akan sangat bergantung pada isi pengumuman MSCI dalam quarterly rebalancing periode Agustus 2026. 


Baca Juga: Indosat (ISAT) Siap Lunasi Obligasi dan Sukuk Ijarah Jatuh Tempo Rp 255 Miliar

Dalam skenario dasar perhitungannya, MSCI kemungkinan hanya akan mengumumkan perubahan konstituen indeks berupa saham-saham yang masuk dan keluar dari indeks di berbagai negara, termasuk Indonesia, tanpa memberikan komentar khusus mengenai klasifikasi pasar Indonesia.

Namun, apabila MSCI memberikan komentar positif terhadap reformasi pasar modal Indonesia dan mengindikasikan bahwa Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market, Henry memperkirakan respons pasar akan sangat positif. 

"Kami melihat potensi masuknya kembali dana asing dapat berlangsung lebih berkelanjutan, bukan sekadar bersifat jangka pendek," kata Henry kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).

Dalam skenario tersebut, membaiknya sentimen investor global dan normalisasi arus dana asing berpotensi menopang pemulihan IHSG.

Henry melihat IHSG berpeluang rebound menuju kisaran 7.000–7.500 dalam jangka pendek, terutama apabila sentimen positif dari MSCI juga diikuti oleh perbaikan fundamental dan arus dana asing yang konsisten.

Sebaliknya, apabila MSCI menyampaikan pandangan negatif terhadap pasar Indonesia serta menyinggung adanya risiko penurunan klasifikasi menjadi Frontier Market, dampaknya berpotensi sangat negatif.

"Skenario tersebut dapat memicu tekanan jual dan capital outflow yang cukup signifikan dari pasar saham Indonesia," ujar Henry.

Baca Juga: INET Resmikan Data Center JKT01 di Gedung Cyber Jakarta, Jaga Bisnis Digital

Saham Tujuan Asing

Henry juga memperkirakan jika arus modal asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia, sektor keuangan akan menjadi salah satu penerima manfaat utama, terutama saham-saham bank besar, mengingat likuiditas, kapitalisasi pasar, dan bobotnya yang tinggi dalam indeks.

Setelah itu, perhatian investor asing kemungkinan juga akan mengarah pada sejumlah saham konglomerasi dengan fundamental yang solid namun telah mengalami koreksi harga yang cukup dalam sejak awal tahun, sehingga menawarkan valuasi yang lebih menarik.

Selain sektor keuangan, sektor consumer dan telekomunikasi juga berpotensi mendapatkan manfaat. Kedua sektor tersebut didukung oleh momentum pemulihan pertumbuhan laba serta valuasi yang relatif menarik. 

"Secara umum, investor asing kemungkinan akan lebih selektif dan memprioritaskan saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan visibilitas pertumbuhan laba yang baik," tutup Henry.

Baca Juga: XLSMART (EXCL) Capai Kinerja Apik pada Semester I-2026, Ini Pendorongnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News