Menakar Danareksa Mawar



JAKARTA. Manajer Investasi (MI) harus jeli melihat sektor saham yang memiliki prospek bagus dalam meracik reksadana dengan aset dasar atau underlying asset pada sektor saham tertentu saja atau lazim disebut reksadana tematik.

Seperti dilakukan PT Danareksa Investment Management (DIM) dalam mengelola reksadana bernama Danareksa Mawar Konsumer 10.Produk yang meluncur pertama kali pada tanggal 16 Februari 2011 ini menempatkan dana kelolaan pada saham sektor barang konsumsi, perdagangan dan jasa.

Direktur Utama Danareksa Investment Management, Zulfa Hendri menuturkan, penerbitan reksadana tematik ini bermula dari keyakinan DIM bahwa kelas menengah Indonesia akan terus tumbuh. Imbasnya, belanja masyarakat akan meningkat dan emiten dari sektor barang konsumsi bakal diuntungkan. "Terlebih tahun ini ada pemilihan umum (pemilu), belanja domestik bisa bertambah," ujar Zulfa.


 Per Februari 2014, mayoritas dana kelolaan reksadana ini ditempatkan pada saham-saham emiten barang konsumsi sebanyak 36,42%. Sisanya, di saham sektor lain, seperti saham sektor keuangan 15,67% serta perdagangan dan jasa 13,9%.

Pada 8 April 2014, nilai aktiva bersih (NAB) per unit Danareksa Mawar Konsumer 10 senilai Rp 1.522,03. Sejak terbit, reksadana ini telah memberi imbal hasil 52,26%. Hingga akhir tahun ini, Zulfa menargetkan, imbal hasil tahunan reksadana ini sebesar 25%.

Total dana kelolaan reksadana ini mencapai Rp 2,69 triliun pada Februari lalu. Investor bisa mengoleksi reksadana ini minimal senilai Rp 100.000. Biaya pembelian reksadana ini sebesar 3% dan penjualan 2% untuk tenor sebelum 2 tahun dan  biaya manajemen 3%.

Analis PT Infovesta Utama, Viliawati bilang, reksadana saham dengan fokus ke saham barang konsumsi cocok bagi investor yang mencari nilai aman. "Sektor konsumsi dikenal defensif sehingga nilai pokok investasi reksadana bisa aman," ujar Vilia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sofyan Hidayat