Menakar Daya Saing IndoData Data Center Usai Salim Group Ambil Alih Bisnis Seutuhnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salim Group semakin memperkuat pangsanya di bisnis pusat data (data center).

Teranyar, konglomerasi ini mengambil alih 100% usaha patungan data center dengan Keppel Data Centres, yakni IndoKeppel Data Centre, yang kini beroperasi dengan nama IndoData Data Center.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia atau Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menilai, posisi IndoData di industri data center dilihat dari dua sisi, yakni kapasitas yang sudah beroperasi saat ini dan potensi kapasitas yang dapat dikembangkan ke depan.


Menurut Hendra, dari sisi kapasitas operasional saat ini, IndoData belum dapat langsung disebut sebagai operator data center terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Salim Group Ambil Alih Penuh IndoData Center, Siapkan Kapasitas hingga 500 MW

Ia mengungkap, data center yang sebelumnya bernama IndoKeppel Data Centres tersebut memulai operasinya dengan kapasitas sekitar 5 megawatt (MW).

IndoData juga baru-baru ini menyampaikan telah menyelesaikan tambahan sekitar 6 MW IT load untuk pelanggan hyperscale.

"Jadi kalau ukurannya adalah kapasitas operasional saat ini, saya kira belum tepat ya apabila langsung menyebut IndoData sebagai operator terbesar di Indonesia," kata Hendra kepada KONTAN, Jumat (4/9/2026).

Namun, Hendra melihat potensi ekspansi IndoData cukup besar. Sebab, menariknya, IndoData disebut telah mengamankan kapasitas daya hingga sekitar 500 MW dari PT PLN (Persero) untuk pengembangan ke depan.

"Ini merupakan angka yang cukup signifikan dan menunjukkan bahwa IndoData mempunyai runway untuk berkembang menjadi salah satu pemain berskala besar, khususnya di segmen hyperscale dan AI," jelas Hendra.

Dengan demikian, Hendra menilai IndoData saat ini lebih tepat disebut sebagai salah satu pemain strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar, bukan hanya berdasarkan kapasitas terpasang saat ini.

"IndoData saat ini lebih tepat disebut sebagai salah satu pemain strategis dengan growth potential yang besar, bukan semata-mata dilihat dari installed capacity hari ini ya," jelas Hendra.

Baca Juga: Bisnis Data Center Indonesia Makin Prospektif, IDCEC Perkuat Ekosistem Industri

Untuk gambaran, Hendra menyebut sejumlah pemain data center lain di Indonesia juga telah memiliki kapasitas operasional maupun pipeline yang besar.

Bahkan, terdapat operator dengan kapasitas operasional di atas 100 MW, sementara pemain lainnya tengah membangun pipeline hingga ratusan MW. "Karena itu landscape kompetisinya memang sangat dinamis," katanya.

Menurut dia, tantangan berikutnya bagi IndoData adalah strategi perusahaan untuk mengonversi kapasitas daya yang telah diamankan tersebut, menjadi kapasitas IT yang benar-benar beroperasi.

"Yang paling penting justru nanti adalah seberapa cepat IndoData dapat mengkonversi 500 MW power yang telah diamankan tersebut menjadi IT capacity yang benar-benar operational dan terserap pelanggan," ungkapnya.

Hendra menambahkan, kapasitas daya yang telah diamankan memang menjadi modal penting bagi operator data center.

Namun sejatinya, keberhasilan bisnis pada akhirnya ditentukan oleh kapasitas yang dapat disalurkan kepada pelanggan, komitmen pelanggan, tingkat utilisasi, keandalan, serta kecepatan pembangunan fasilitas.

Baca Juga: Sinergi Danantara, NeutraDC gandeng PLN Siapkan Ekspansi Hyperscale Data Center

"Dengan dukungan Grup Salim dan akses terhadap kapasitas daya yang besar tersebut, IndoData menurut saya mempunyai fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pemain penting dalam kompetisi data center Indonesia beberapa tahun ke depan," pungkas Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News