KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana penerapan skema bagasi pesawat berbasis jumlah koper (piece concept) kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu topik yang mencuat adalah kesiapan Indonesia mengadopsi sistem piece baggage allowance sebagai standar baru kebijakan bagasi maskapai. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Rusmiati, menilai skema one piece baggage allowance layak dikaji sebagai salah satu alternatif kebijakan bagasi. Menurutnya, perubahan pola perjalanan masyarakat membuat maskapai perlu mempertimbangkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan penumpang. "Konsep ini dapat menjadi salah satu opsi kebijakan bagasi yang dipertimbangkan maskapai, selama implementasinya mampu menjawab kebutuhan penumpang, terutama mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh atau berlibur dalam waktu yang lebih lama. Dalam konteks tersebut, skema bagasi berbasis jumlah koper menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan," ujar Rusmiati dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Menakar Efektivitas Skema Bagasi Berbasis Jumlah Koper
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana penerapan skema bagasi pesawat berbasis jumlah koper (piece concept) kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu topik yang mencuat adalah kesiapan Indonesia mengadopsi sistem piece baggage allowance sebagai standar baru kebijakan bagasi maskapai. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Rusmiati, menilai skema one piece baggage allowance layak dikaji sebagai salah satu alternatif kebijakan bagasi. Menurutnya, perubahan pola perjalanan masyarakat membuat maskapai perlu mempertimbangkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan penumpang. "Konsep ini dapat menjadi salah satu opsi kebijakan bagasi yang dipertimbangkan maskapai, selama implementasinya mampu menjawab kebutuhan penumpang, terutama mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh atau berlibur dalam waktu yang lebih lama. Dalam konteks tersebut, skema bagasi berbasis jumlah koper menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan," ujar Rusmiati dalam keterangannya, Selasa (7/7).