JAKARTA. Sepanjang Januari-Maret 2015, kinerja PT Astra International Tbk (ASII) mendapat rapor merah. Laba bersih perseroan merosot 15,46% secara year-on-year (yoy). Per akhir Maret 2015, laba bersih ASII tercatat sebesar Rp 3,99 triliun. Angka ini menyusut dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 4,72 triliun. Kiswoyo Joe, Managing Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan hasil kinerja ASII ini di luar dari ekspektasi analis. Menurutnya merosotnya kinerja perseroan lantaran memburuknya prestasi anak usahanya. "Kinerja anak usahanya baik AALI, AUTO turun membuat kinerja induk Grup Astra ikut terpuruk." kata Kiswoyo pada KONTAN, Senin (27/4).
Melorotnya kinerja anak usaha ASSI yakni PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga di bawah ekspektasi analis. Ke depan, Kiswoyo memperkirakan ASII masih akan menghadapi tantangan besar. Pasalnya, sektor otomotif sebagai lini bisnis utamanya perseroan belum bisa bangkit, padahal sektor ini berkontribusi lebih dari 51% terhadap pendapatan perseroan. Dari sisi lain, kata Kiswoyo, ASSI tidak bisa mengharapkan topangan dari lini lainnya mengingat kinerja anak usaha masih mengalami perlambatan. Reza Nugraha, Analis MNC Securities mengatakan, penurunan kinerja ASII ini di bawah ekspektasi. Saat penjualan kendaraan bermotor mengalami perambatan pada Januari-Februari, dia memperkirakan kinerja ASII hanya akan turun 7-10%.