JAKARTA. Akhirnya, PT Astra International Tbk (ASII) membuka rencananya memecah nilai nominal saham (stock split). ASII telah mengajukan rencana stock split dengan rasio 1:10. Usulan ini akan dibawa dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dijadwalkan pada April atau Mei tahun ini. Keputusan ASII mengusulkan stock split ini bertujuan agar sahamnya dapat lebih terjangkau oleh investor ritel. Selain itu, "Untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan," kata Gita Tiffany Boer, Sekretaris Perusahaan ASII, dalam keterangan resmi, Senin (27/2). Keputusan ASII sejatinya tak murni datang dari manajemen ASII. Bursa Efek Indonesia (BEI) memang meminta emiten ini melakukan stock split demi meningkatkan likuiditas saham. "ASII salah satu emiten yang diminta stock split agar investor ritel bisa masuk ke saham itu sehingga likuiditasnya meningkat," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, kepada KONTAN, kemarin.
Menakar prospek saham ASII usai stock split
JAKARTA. Akhirnya, PT Astra International Tbk (ASII) membuka rencananya memecah nilai nominal saham (stock split). ASII telah mengajukan rencana stock split dengan rasio 1:10. Usulan ini akan dibawa dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dijadwalkan pada April atau Mei tahun ini. Keputusan ASII mengusulkan stock split ini bertujuan agar sahamnya dapat lebih terjangkau oleh investor ritel. Selain itu, "Untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan," kata Gita Tiffany Boer, Sekretaris Perusahaan ASII, dalam keterangan resmi, Senin (27/2). Keputusan ASII sejatinya tak murni datang dari manajemen ASII. Bursa Efek Indonesia (BEI) memang meminta emiten ini melakukan stock split demi meningkatkan likuiditas saham. "ASII salah satu emiten yang diminta stock split agar investor ritel bisa masuk ke saham itu sehingga likuiditasnya meningkat," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, kepada KONTAN, kemarin.