Menakar Prospek Tugu Insurance (TUGU)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) sepanjang tahun ini masih positif di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham. Prospek emiten ini diprediksi masih berpotensi melanjutkan penguatan ke depan. 

Posisi TUGU sebagai pemain utama di sektor asuransi energi dan marine, diversifikasi bisnis, profitabilitas underwriting yang terus membaik, serta konsistensi mempertahankan peringkat tinggi dari AM Best semakin memperkuat prospek perusahaan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026), TUGU ditutup di level Rp 1.200, naik 0,84% dari hari sebelumnya. Sepanjang tahun ini atau secara year to date (ytd), saham TUGU masih naik 3%. Selama periode itu, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 21 miliar. 


Analis Semesta Sekuritas Nicholas Dharmawan menilai TUGU memiliki fundamental yang solid. Menurutnya, perusahaan telah memperkuat posisinya sebagai pemain utama di bisnis asuransi energi dan marine, sekaligus mendiversifikasi portofolio ke berbagai lini asuransi komersial. Strategi ini membuat sumber pendapatan lebih beragam sehingga mendukung pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Tugu Re Selektif Ambil Risiko, Premi Bruto Turun 15% di Kuartal II-2026

Dari sisi valuasi, Nicholas menilai saham TUGU masih murah. Ia bilang TUGU diperdagangkan pada PBV sekitar 0,4 kali berdasarkan estimasi kinerja 2025, lebih rendah dibandingkan emiten asuransi umum lain di Indonesia maupun regional. "Valuasi terlampau murah jika melihat fundamental yang terus membaik, posisi permodalan yang kuat, serta tren peningkatan kinerja underwriting," ujar Nicholas, Kamis (30/7/2026).

Ia juga menyoroti rekam jejak pemeringkatan internasional TUGU sebagai salah satu penopang kepercayaan investor. Sejak 2016, TUGU konsisten mempertahankan Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (ICR) "a-" (Excellent) dari AM Best. Pada penegasan peringkat terakhir, TUGU juga kembali meraih Indonesia National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional) dengan prospek stabil.

Menurut Nicholas, konsistensi mempertahankan peringkat tersebut mencerminkan kekuatan permodalan, manajemen risiko, serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Baca Juga: Tugu Insurance (TUGU) Cetak Laba Rp 265,6 Miliar di Tengah Gejolak Global

Di sisi operasional, TUGU juga mampu menjaga profitabilitas underwriting di tengah penguatan portofolio bisnis, sehingga menopang pertumbuhan laba yang lebih berkelanjutan. Atas dasar tersebut, Semesta Sekuritas merekomendasikan buy dengan target harga Rp1.725 per saham.

Sementara Phintraco Sekuritas sebelumnya memasang target harga TUGU Rp1.740 per saham. Adapun KISI Sekuritas mematok target Rp 1.800 dan Sinarmas Sekuritas menetapkan target Rp1.700

Adapun kinerja TUGU di awal tahun masih cukup baik Pada kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,6 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan. Sementara hasil jasa asuransi tumbuh 2,18% menjadi Rp 461 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News