KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usulan pemberian kembali diskon tarif listrik, memperbanyak pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, hingga diskon tarif angkutan udara, untuk menekan inflasi saat permintaan melonjak pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). kebijakan ini dinilai perlu mempertimbangkan kemampuan anggaran negara. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, penambahan stimulus energi berisiko memperbesar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila tidak disertai perhitungan yang matang. Manager Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi mengatakan, pemerintah perlu menghitung tambahan beban subsidi dan kompensasi energi, memastikan sumber pendanaan, serta mengukur manfaat kebijakan tersebut terhadap pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat.
Menakar Risiko Beban APBN dari Usulan Diskon Listrik dan BBM Jelang Nataru
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usulan pemberian kembali diskon tarif listrik, memperbanyak pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, hingga diskon tarif angkutan udara, untuk menekan inflasi saat permintaan melonjak pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). kebijakan ini dinilai perlu mempertimbangkan kemampuan anggaran negara. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, penambahan stimulus energi berisiko memperbesar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila tidak disertai perhitungan yang matang. Manager Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi mengatakan, pemerintah perlu menghitung tambahan beban subsidi dan kompensasi energi, memastikan sumber pendanaan, serta mengukur manfaat kebijakan tersebut terhadap pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat.
TAG: