Menaker dan Wamen Dikti Siap Bedah Strategi AI dan Tenaga Kerja di IHCBS 2026



KONTAN.CO.ID - Keberhasilan Indonesia dalam mencapai target visi Indonesia Emas 2045 sangat bertumpu pada kesiapan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi berbagai disrupsi global.

Fenomena bonus demografi, percepatan transformasi digital, perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga perubahan dinamis pada lanskap industri saat ini membuka peluang sekaligus tantangan besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah memegang peran krusial untuk merumuskan berbagai kebijakan strategis yang mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan, pendidikan, serta pengembangan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Namun, efektivitas sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan oleh aspek regulasi. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang berkesinambungan antara dunia usaha, kalangan akademisi, dan praktisi industri agar setiap kebijakan memberi manfaat positif guna mendongkrak produktivitas nasional.


Untuk mejawab kebutuhan tersebut, Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan praktisi dalam satu forum. Dalam acara yang diselenggarakan pada 15–16 September 2026 di National Exhibition & Convention Center (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang itu bakal menghadirkan sejumlah pembuat kebijakan strategis yang memegang peran sentral dalam menentukan arah pengembangan SDM nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan agenda transformasi di tingkat nasional dikupas langsung oleh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah.

Kehadiran para regulator dalam forum ini diharapkan mampu menjadi jembatan penting agar diskursus mengenai transformasi dunia kerja, pengembangan talenta, serta optimalisasi AI tidak sekadar menjadi wacana, melainkan penerapan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan iklim usaha.

Kontan - IHCBS Kilas Online
© Foto oleh IHCBS
Berdasarkan informasi yang diterima Tim Kontan, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., dijadwalkan hadir untuk memberikan paparan utama dalam sesi Grand Keynote IHCBS 2026. Pembahasan dari sudut pandang otoritas ketenagakerjaan ini akan berfokus pada penyusunan regulasi yang berpusat pada penguatan potensi manusia. Kebijakan adaptif ini dinilai menjadi instrumen esensial demi memangkas kesenjangan kompetensi sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah ketatnya persaingan pasar ASEAN.

Di sisi lain, akselerasi teknologi dan pemanfaatan AI di era modern juga memperoleh perhatian khusus dari aspek pendidikan tinggi dan keilmuan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, juga dipastikan hadir guna memaparkan strategi komprehensif dalam mencetak pemimpin masa depan atau Next-Gen Leaders. Dalam sesi tersebut, Prof. Stella akan membahas bagaimana mengintegrasikan keunggulan teknologi kecerdasan buatan dengan karakter kebangsaan yang kokoh.

Selain perspektif dari regulator dan dunia pendidikan, Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan, Estiarty Haryani, turut menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam adopsi teknologi. Menurutnya, penetrasi AI yang masif di lingkungan kerja harus diimbangi dengan strategi matang yang memastikan transformasi digital tetap memberikan ruang luas bagi peningkatan kompetensi manusia serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Melalui IHCBS 2026, seluruh pemikiran dan sudut pandang dari pemerintah, korporasi, akademisi, hingga pemikir global akan dipertemukan dalam satu panggung demi mendorong produktivitas nasional.

Tidak hanya itu, IHCBS 2026 juga dapat menjadi ajang penting untuk memperluas relasi, komunitas, atau asosiasi yang ingin bertukar pikiran mengenai pengembangan SDM dan organisasi. Untuk itu, jangan lewatkan IHCBS 2026 guna mempersiapkan organisasi Anda menghadapi masa depan yang adaptif dan inovatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News