Menakertrans akui penyerapan tenaga kerja menurun



JAKARTA. Permasalahan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi selalu berjalan beriringan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pengangguran tergantung tingkat pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tumbuh pada industri.

“Makanya harus kita tingkakan melalui pembangunan industri dan investasi sebanyak mungkin,” kata Muhaimin di Kantor Kemenakertrans, Kalibata, Kamis (14/8).

Muhaimin menambahkan perlambatan pertumbuhan ekonomi akhir-akhir ini disebabkan oleh dampak global yang tinggi sehingga penyerapan tenaga kerja turut menurun. Namun penurunan tersebut masih tergolong kecil. Ia optimis penurunan itu bisa diatasi dengan penciptaan lapangan kerja baru, baik melalui padat karya produktif sebagai keadaan darurat tenaga kerja. Hal itu akan berpengaruh juga terhadap APBN. Penyerapan tenaga kerja setiap satu persen sekitar lima ratus ribu.


Menakertrans mengatakan pemerintah saat ini harus terus menjaga iklim investasi agar terus kondusif dan kegiatan produksi industri terus berjalan. Selain itu, untuk mengatasi pengangguran, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditingkatkan. Pemerintah pernah menempatkan program magang ke Jepang pada tahun 2013. Para peserta magang di tepatkan di sekitar 500 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan kerja. Kemenakertrans terus menyiapkan tenaga kerja berkualitas yang siap bersaing secara global. 

Program magang  di dalam atau luar negeri bisa meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja serta menciptakan jiwa enterpreneur. Dengan magang, penyiapan tenaga kerja sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan pasar.

Pemerintah memang mempunyai kewajiban untuk memastikan luusan pendidikan bisa terserap dunia kerja. Biasanya peserta magang langsung diminati oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri, otomotf, tekstil, listrik , manufaktur dan mesin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto